Puisi-puisi Indriany Tukan 

Rantau

Aku pergi dari ayah dan ibu

Dengan secuil janji

Merantau

Aku pergi dari ayah dan ibu

Memungut mimpiku

Di negeri jauh

Sampai janji kembali dengan bukti

Bahwa merantau adalah jalan memintal angan

Untuk membalas luka dengan sembuh

Air mata dengan senyum

2019

 

Jadilah Puisi Tentang Ibu

Sesilia,

Kukembali memahat nama itu dalam kalbu

Saat malam kembali kelam

Jadilah puisi tentang ibu

Sesilia pun berdoa dengan tekun

Sesekali ia menatap fotoku

Ia serupa puisi paling teduh

Menginginkanku kembali

Dari waktu terbilang jauh

2019

 

Zaman Ini, Zaman Itu

Ayah bercerita bahwa zaman ini penuh tipu muslihat

Hari itu pun aku duduk dengan tenang

Merenung tentang kata-katanya

Zaman ini

Aku melihat banyak sekali orang bercerita tentang kepalsuan

Di kala aku ingat ayah

Dan aku membilang dengan jujur

Bahwa yang palsu adalah fana

2019

 

Siapakah Aku?

Aku menulis diariku

Tidak tahu memulai dari mana

Kata-kata sesak nafas

Bahasaku kandas

Siapakah aku?

Aku ingin menemukan diriku

Barangkali di antara kenangan dan buku

 

2019

Indriany Tukan, mahasiswi STIE Perbankan Nasional, Surabaya. Berasal dari pulau Solor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BACA JUGA