Gambar: Ilustrasi

Antara Kau, Kopi dan Puisi

Kau pernah bertanya, “mengapa kau begitu sering

Mengumpamakan aku, kopi dan puisi

Dalam setiap sajak-sajakmu?”

Sambil menyeruput kopi aku menjawab

“karena aku percaya reinkarnasi dan penjelmaan sayang”

Ledalero, 2019

 

Aroma Kopi

Dengan lugumu kau duduk di samping

Secangkir kopi yang sedari tadi, tidak habis-habis

Menunggu sebuah kabar dari langit jingga itu

Entah kenapa tidak lama kemudian

Kau mencium aroma kopi bercampur parfum kesukaanmu

Dalam gerimis yang singgah pada langit jingga itu tanpa sengaja

Barangkali gerimis itu tergoda dengan aroma kopimu

Ledalero, 2019

 

Di Balik Malam

Sudah sekian kalinya ada saja rindu yang dekap dalam malam

Umpama senyum yang rekah pada bibir kita yang tabuh

Hingga dekapan yang sekian kalinya, kau selalu menanam sebuah belati

Tentang gerimis dan secangkir kenangan lama

Kau tahu, dari sekian banyak malam

Yang telah pergi aku masih disini dengan rindu yang sama

Sebab dari sekian banyak malam itu

Tidak ada satupun yang membahasakan sepi dari sebuah penantian

Agar kelak kau tahu bahwa mencintai berarti memahami yang tak terselesai

Ledalero, 2019

Penulis Sekarang Tinggal di Unit Gabriel Ledalero

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here