Ilustrasi

Menatap Kaca Jendela

Malam-malam seperti ini

Sudah biasa aku menyeruput kopi

Sambil menatap kaca jendela kamar ku

Kopi ini kopi petuah kenang-kenangan dari Ayah

Yang masih nyangkut di kepalaku

Nak  jangan kau balas kopi Ayah dengan air tuba”

 Magepanda , 12/07/19

 

Jendela Kaca

Petuah Bapa

Suatu malam pada ritual menetap jendela kaca yang belum kelar

Aku mengaduh pada Tuhan:

“Tuhan, mengapa tidak membalas chatingku dalam doa hari kemarin.

Tidakah Tuhan tahu bahwa aku sedang asyik duduk di kaki Tuhan dan tidak bermain tatapanke lain hati.

Aku mencemaskan bagaimana kabar Mu, setelah jeda Panjang waktu liburan ku.”

Ternyata jam di layer handphone ku, pelan-pelan luruh sebab malam mulai kantuk.dan aku masih saja membisu dalam ritual menatap jendela kaca sambil menunggu chatinganTuhan.

Waktu sepih semakin bising di kepala sedang ekor mataku melirik pada jendela berharap ada tanda sedang mengetik balasan dari Tuhan.

Beberapa menit kemudian

Tepat pukul 22.30 pesan masuk di jendela kaca:

“Slamat malam nak,

Sesungguhnya dalam diam ini, aku sedang mengajari mu untuk mampu menahan diri terhadap rindu mu yang belum dan mungkin tidak di bayar segera.

Barangkali sudah waktunya kau selimuti tubuhmu

Dan sudahi ritual menatap jendela kaca mu,

Sebab sudah kutaruh wajah Ku di jendela kaca mu yang harus kau bawa pergi dalam  aminmu.”

Nos Cum Prole Pia

Mikhael , 03/10/19

 

Mereka Meniduri Muka Mu

I)

Malam tadi di kamarku

Bayang-bayang mereka berbaring di atas bingkai mukamu

Dan tidak sadar mereka menindih mu

Sampai retak habis sisa puing-puing mukamu

II)

Kemudian paginya mereka beranjak

Ah, aku lupa kalau bingkai yang tadi malam mereka tiduri adalah

Bayang-bayang mukamu yang lupa ku selimuti dengan aminku

Nenuk  , 12/09/18

 

Itho Halley, lahir di Magepanda, 24 Agustus 1998, pernah  bergiat di komunitas Sastra Kotak Sampah, Nenuk. Sekarang tinggal di unit Mikhael-Ledalero.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here