Empat staf dari Sekwan DPD RI saat menggelar diskusi dengan Orang Muda Labuan Bajo - Mabar, Selasa 15 Oktober 2019. (Foto: Rumah Kreasi Baku Peduli).

FloresMuda.com – Tim Kajian Daerah dan Anggaran Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menggelar audiensi dengan perwakilan beberapa Komunitas Orang Muda Labuan Bajo terkait kepemudaan Manggarai Barat di Rumah Kreasi Baku Peduli, Selasa, 15 Oktober 2019.

Efi, salah satu anggota tim dari DPD RI mengatakan, melalui diskusi tersebut, pihaknya ingin mengetahui arah gerak orang muda di wilayah itu dalam konteks implementasi Undang-undang No 40 tahun 2009 Tentang Kepemudaan. Setelah 10 tahun undang-undang tersebut diundangkan, mereka berpendapat perlu untuk mendudukkannya dalam konteks kepemudaan hari ini.

“Pertanyaannya ialah, apakah undang-undang ini perlu direvisi atau tidak,” katanya.

Sementara itu, dalam diskusi yang berlangsung sekitar dua jam itu, kawan-kawan muda Labuan Bajo mengangkat fakta seputar geliat orang muda di Manggarai Barat dan Labuan Bajo secara khusus di satu sisi serta kehadiran negara di sisi lain.

Mereka berpendapat, negara, melalui berbagai perangkatnya dari pusat hingga level daerah serasa berjalan sendiri, berjalan di luar agenda kepemudaan yang tumbuh dan berkembang di Manggarai Barat.

Bahkan, UU No 40 tahun 2009 yang secara khususu mengatur tentang kepemudaan diakui oleh setiap perwakilan komunitas orang muda yang hadir tidak pernah menjadi payung agenda kerja mereka.

“Bahkan kami tidak tau bahwa ada undang-undang yang mengatur tentang orang Muda,” kata Itho Umar, Ketua Komunitas Anti Radikalisme (Kopearad) Mabar.

(Foto: Rumah Kreasi Baku Peduli).

Selain itu, mereka juga mengharapakan agar perlu untuk kembali mengkaji dan merevisi undang-undang tersebut agar mampu mengakomodir serta melibatkan orang muda dalam agenda pembangunan.

“Sepertinya memang perlu direvisi. selain rentang usia antara 16-30 tahun yang mungkin perlu dibahas kembali, trend-trend kekinian tentang pemuda dan kepemudaan Indonesia juga perlu diakomodir,” tambah peserta lain, Boe Berkelana.

Efi juga menambahkan, pihaknya memilih Labuan Bajo sebagai tempat menjaring aspiransi, karena pesatnya pertumbuhan komunitas orang muda yang tidak kalah dengan situasi di kota-kota besar di Indonesia.

Adapun perwakilan komunitas yang hadir ialah, Komunitas Anti Radikalisme (KOPEARAD), Pemuda Muhammadiyah Mabar, Pemuda Lintas Agama, Sant Egidio, Forum Masyarakat Peduli Pariwisata Mabar, Rumah Kreasi Baku Peduli serta beberapa lainnya.

FloresMuda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here