Perkaya Wawasan Lewat “Nobar” dan Diskusi Film

FLORESMUDA.COM-Inisiatif menggelar dan mendiskusikan film pendek dimulai oleh sekelompok anak muda di Wae Molas caffee,  Labuan Bajo, Manggarai Barat pada Kamis 21 September 2017.

Diskusi film ini digelar pada setiap minggu pada hari Kamis malam. Kegiatan ini pun membuka ruang dan kesempatan bagi semua pemuda-pemudi yang tertarik dan mau meluangkan waktu.

Untuk kali pertama ini, film pendek yang diputar berupa film-film animasi yang disutradarai oleh animator Indonesia. Ada empat film yang diputar antara lain Kiripik Sukun Mbok Darmi, Kitik, Asia Raya, dan Moriendo.

Setiap usai pemutaran dua film yang masing-masing berdurasi sekitar sepuluh menit itu, digelar diskusi antar penonton. Yang dibahas antara lain teknik tampilan, makna, dan alur film.

Koordinator pemutaran film, Rucita mengatakan, diskusi film ini merupakan bentuk apreasiasi dan proses membangun budaya literasi visual yang kuat di Labuan Bajo.

Menurutnya, Labuan Bajo merupakan kota yang sedang berkembang pesat, namun masih minim dengan kesadaran pentingnya literasi dan pengetahuan. Tidak heran pula, banyak orang cenderung “pasif” menghadapi fenomena-fenomena baru yang terjadi.

Melalui pemutaran film, ia ingin membuka ruang diskusi dan sebagai jalan membuka wawasan yang lebih luas.  Ia juga berharap, pemutaran film dapat menjadi upaya untuk merefleksikan keadaan atau fenomena sosial yang terjadi di sekitar.

“Ini media merefleksikan keadaan sosial dan bercermin diri,” tuturnya

Lebih jauh, ia berharap, melalui diskusi film, anak muda tidak hanya menjadi generasi penikmat atau konsumen, tetapi juga terdorong untuk memproduksi film atau menciptakan sesuatu.

“Kita juga harus bisa menghasilkan sesuatu. Tidak  hanya menikmati,” jelas guru SMP Lentera Harapan Labuan Bajo, itu.

Menurutnya, kekuatan film terletak pada kombinasi audio visual. Hal itu menuntut kreativitas dan riset yang kuat.

“Kita mulai dari yang sederhana di sekitar kita saja. Film-film yang dibuat orang Indonesia atau pemuda di sekitar sini,” ucapnya.

Ia pun menyebut bahwa kehadiran film Nokas dari Kupang adalah film yang memotivasi. Film Nokas yang disutradarai oleh pemuda asal NTT itu, berhasil meraih penghargaan di berbagai kompetisi film baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Setidaknya prestasi pemuda NTT itu dapat mendorong kita untuk belajar bersama,” pungkasnya.

Mengangkat Tema Anak Muda Penginspirasi

Pada kegiatan nonton bersama dan diskusi film ini juga, penggelar acara menampilkan film-film dokumenter yang bercerita tentang tokoh-tokoh muda yang menginspirasi. Salah satunya adalah film dokumenter berjudul “Jo Petani Muda” yang diproduksi oleh Sunspirit dan ditampilkan pada Kamis, 28 September 2017.

Film yang disutradarai oleh Florianus Geong ini bercerita tentang kiprah seorang petani muda, Jo Leribun yang memilih karirnya sebagai petani. Ia sukses membangun perkebunan dan peternakannya di Tanah Dereng, Kabupaten Manggarai Barat. Jo Leribun pun bahkan ikut hadir dan membagikan pikiran dan pengalamannya pada kegiatan nonton bersama dan diskusi film ini. (GA/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BACA JUGA