Live In di Paroki Hokeng, Mahasiswa STFK Ingatkan Bahaya HIV/AIDS dan Perdagangan Manusia

Laporan Jivansi Helmut*

Ratusan umat Paroki Hokeng, Flores Timur, tampak memenuhi pelataran Gereja St. Maria Hokeng. Mereka sedang mengantar para mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero yang hendak kembali ke Maumere setelah acara live in. Live in ini berlangsung selama dua hari, 15-16 Oktober 2016.

Umat Paroki Hokeng tampak sedang melepas rombongan mahasiswa STFK Ledalero (Foto Istimewa)
Umat Paroki Hokeng tampak sedang melepas rombongan mahasiswa STFK Ledalero (Foto Istimewa)

Selama live in, para mahasiswa yang sebagian besar adalah frater ini melakukan kunjungan ke sekolah dan katekese.  Ada dua tema yang diangkat dalam serangkaian kegiatan itu. Yang pertama tentang HIV/AIDS. Yang kedua tentang perdagangan  manusia.

Dalam salah satu kesempatan, Bapak Eman, selaku perwakilan Anggota Dewan Paroki Hokeng, menyampaikan harapannya agar dua tema yang sekaligus merupakan bahaya tersebut bisa diinformasikan lebih lanjut oleh umat kepada anak anak  dan sanak keluarga yang lain.

Bapak Eman juga  menyampaikan terima kasih secara khusus untuk umat yang telah menerima para mahasiswa selama di Paroki Hokeng. Ia juga sekaligus memohon maaf atas segala kesalahan yang terjadi selama kegiatan.

Di salah satu bagian, Bapak Eman menyampaikan temuannya terkait efek samping live in itu.

“Efek sampingan dari kunjungan para mahasiswa sekalian adalah bertambahnya pendapatan umat di sini. Khususnya yang punya usaha ayam. Banyak ayam yang laku terjual”, pungkasnya.

Yulia, ketua rombongan mahasiswa STFK Ledalero, tampak sedang menyampaikan kesan umum tentang kegiatan live in (Foto Istimewa)
Yulia, ketua rombongan mahasiswa STFK Ledalero, tampak sedang menyampaikan kesan umum tentang kegiatan live in (Foto Istimewa)

Di bagian lain, Yulia selaku ketua rombongan menyampaikan kesan umum tentang kegiatan live in itu.

“Kebersamaan yang kami alami bersama umat di Paroki Hokeng  membuat kami betah dan merasa berat untuk berpisah dan kembali   ke Maumere. Waktu yang disediakan terlalu singkat. Karena itu pula, kami sampaikan terima kasih untuk kebersamaannya dan mohon maaf atas segala kesalahan yang kami buat”.

Pastor Paroki Hokeng, Pater Marianus, sebagai tuan rumah mengungkapkan bahwa dua hari kegiatan ini sudah sangat berarti bagi umat Paroki Hokeng. Ia juga menyampaikan terima kasih karena para mahasiswa sudah berbagi pengetahuan tentang HIV dan perdagangan manusia.

“Harapannya, semoga bisa diingat terus oleh umat di sini, bukan hanya hari ini tetapi  selamanya”, tandasnya.

*) Kontributor Floresmuda.com, tinggal di Maumere.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BACA JUGA