KEPADA PRIA BERMATA SENJA, Antologi Sajak Melania Cici S. Ndiwa

*) Cici S. Ndiwa CATATAN UNTUK PAGI Ku bungkus segumpal beku Pada kain lampin putih Di sebuah pagi lugu yang dingin Ku rantaikan dengan bulu mata yang Engkau titipkan. Dari...

DIAM, Monolog Tentang Rindu

*) Thyke Syukur Komunitas Kopi Sastra Akhir Bulan Sesuatu yang tak lumrah kutemukan pada indra yang disebut mata. Entahlah, aku satu-satunya dari sekian yang mengalami dan bergumul dengan itu....

BIBIR MERAH dan Satu Sajak Lain Fandry Riandu

*) Fandry Riandu KURSI-KURSI Lambang layak mega kekuasaan Empat kaki tumpuan kekuatan Punya hati untuk sandaran Punya tahta dalam peradaban Genggam peran lamunan Nasib kursi wajah jeritan Demi pertahankan kesaktian Wujud tingkat pertarungan Hingga...

Pilihan dan Sajak-Sajak Doa

PEMELUK AGUNG *) Kethy Senudin Ketika kuberkutat dengan waktu sejenak saja beristirahat Melepas lelah sebagian peluh Dalam pelukMU yang penuh. Ketika kuterjerat ketidakpastian sedikit saja menerawang pasti langkahku temukan setitik arah Dalam tuntunanMU...

UNTUK SELINGKUH, Dan Dua Sajak Lain Dari Ruang Digital Kopi Sastra

SAJAK MENANTIMU *) Hardy Sungkang Kaka jika engkau tahu tentang alam dan isinya Sajak tak lagi berkata menatanya Aku pula terdiam kaku Menatap alam menari ria mendengarMu Membeku diam Saat merasakan...

PULANG, Antologi Sajak Filippo

*) Filippo SENDIRI DALAM ANGIN Ada saatnya melangkah sendiri, dengan sepasang kaki yang pergi tanpa  rintang yang menghambat Ada saatnya sepikan diri hadirkan siluet bermimpimimpi tak ada kau di baying rindu Ada...

SAJAK: Setetes Hujan dari Willy Matrona

*) Willy Matrona TETES-TETES HUJAN Senja yang pekat. Kiranya sebentar lagi hujan turun Rindu bulir-bulir itu, menetes dari pipi-pipi langit Ada yang bilang langit layaknya seorang ayah Ia mencumbui...

Sepilihan Sajak Dari Rak Digital Kopi Sastra

MENIKAM SEPI *) Oriol Dampuk sejak kapan kita bertemu bila namamu memuat kesalahan tangguh selayaknya malam mengurungmu dalam hening inikah yg engkau rahimi? Engkau pun menyantap darah yg luntur... rumah ini...

DARAHKU & TANGAN-TANGAN, Sekumpulan Puisi Fandry Riandu

DARAHKU Mengalir menjuru setitik demi setitik Merongrong raga kuatku Selaras menjalar ke seluruh nestapa Menjemput aura diri yang hampa Secara lambat ke mana darah bermuara Terbanyak yang tertumpah Meski darahku banyak...

HARIMAU, Cerpen Berto Pago Were

*) Berto Pago Were Di sebuah desa hiduplah sepasang suami–isteri. Mereka telah menikah dua tahun namun belum dikaruniai seorang anak. Sehingga untuk menemani kesepian hidup,...

Terkini