Cindy Pangge (Foto: Istimewa).

Oleh: Cindy Pangge, Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Berasal dari Labuan Bajo – Manggarai Barat

FloresMuda.com – Haii, perkenalkan, saya Hiasinta Hiani, tapi biasa dipanggil Cindy. Kalian yang baca pasti langsung berpikiran, nama panggilan jauh dari nama lengkap ya? Saya juga tidak tau jawabannya. Mungkin bisa dibilang unik. Tapi, sudahlah. Saya berasal dari salah satu kota kecil yang berada di ujung barat Pulau Flores yakni Labuan Bajo. Saat ini saya mengenyam pendidikan di salah satu perguruan tinggi swasta pariwisata di kota kembang yakni Bandung, di Jawa Barat.

Nah, kalian juga pasti bertanya, kenapa saya memilih melanjutan pendidikan di sana. Bukan di Bali atau Labuan Bajo saja yang juga sudah terdapat perguruan tinggi pariwisata. Pertanyaan itu sering kali saya dapatkan dari kawan-kawan dan dosen saya di sini.

Saya pikir, pertanyaan semacam itu benar adanya. Dan, saya pribadi mengerti mengapa mereka menanyakan hal itu. Terlepas dari berbagai pertimbangan, jarak, biaya dan lain-lain, tetapi saya juga memiliki banyak alasan hingga memilih untuk mengenyam pendidikan di kota yang cukup dingin ini.

Satu dari sekian jawabannya saya ialah, keinginan untuk bertualangan. Sejak kecil saya menyadari hal itu. Ingin sekali pergi ke tempat baru, mencoba hal baru dan tentunya hingga memilih untuk kuliah di Bandung dan berpisah dengan keluarga: ayah, ibu dan adik-adik saya di Labuan Bajo.

Saat pertama kali meninggalkan rumah, saya memberanikan diri untuk pergi sendirian. Naik pesawat untuk pertama kali dan akhirnya tiba juga di Bandung. Saya menikmati perjalanan (pertualangan) itu. Saya juga memastikan bahwa pengalaman ini akan menjadi cerita yang sulit dilupakan di kemudian hari. Sepanjang perjalanan, saya tidak merasa panik. Saya hanya coba memberanikan diri serta menikmati setiap perjumpaan dengan orang lain. Tentunya, saya juga selalu memastikan, telephone pintar tetap aktif sehinga bisa memberikan kemudahan.

Awal kedatangan di Bandung yakni saat hendak seleksi masuk di perguruan tinggi tempat saya kuliah sekarang, saya berkenalan dengan kakak Venty. Dia juga sedaerah asal dengan saya. Dia menjamu saya dengan sangat baik. Memberikan saya tumpangan hingga saya bisa menyelesaikan tes. Yang luar biasa dari perjumpaan saya dengan dia karena awal kami berkenalan hanya melalui media sosial. Lalu, copy darat dan akhirnya saya bisa menyelesaikan kewajiban-kewajiban saya sebelum masuk kuliah. Rasanya begitu mudah. Saya jadi bertanya, bagaimana ayah yang juga dulu bertualangan ke mana-mana tanpa bantuan kecanggihan teknologi (handphone)? Ingin sekali saya menanyakan itu kepadanya.

Di tempat kuliah, saya mencoba menikmati setiap proses. Belajar dan terus belajar. Dan, memang benar, berkelanan (jalan-jalan), dalam imaginasi kebanyakan orang penuh dengan kegembiraan. Tapi jangan salah, selepas itu tumpukan laporan menanti hingga harus begadang menyelesaikannya. Artinya, setiap pilihan punya konsekuensi dan tentu ada suka dukanya juga.

Di Bandung, saya dianugerahi teman-teman baru yang berasal dari berbagai daearah. Awal-awal berkenalan hingga hari ini, satu hal yang cukup saya nikmati ialah bertukar cerita dan pengalaman dengan mereka.

Tentunya, hal yang tak pernah terlewatkan ialah cerita tentang keunikan daerah kami masing-masing: soal bahasa, makanan/minuman khas dan lain sebagainya. Dan, pada kesempatan ini, saya menceritakan tentang Labuan Bajo, kota tempat saya lahir dan dibesarkan yang dalam sekejap mata banyak berubah. Banyak teman yang bertanya tentang Labuan Bajo. Mereka juga sangat ingin datang ke sini. Pengalaman-pengalaman ini yang membuat saya semakin bangga dengan Labuan Bajo.

Dari begitu banyak pengalaman selama masa kuliah, ada beberapa pengalaman unik yang saya alami. Salah satunya ialah tentang gaya komunikasi yang harus disesuaikan dengan kebiasaan orang-orang setempat. Sebagai mahasiswa dari timur Indonesia, tentunya harus bekerja keras untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan teman-teman dan masyarakat setempat yang secara umum menggunakan bahasa Sunda.

Sejauh yang saya pelajari, ternyata bahasa Sunda memiliki kekhasan. Salah satunya ialah penyampaian yang lebih halus dibandingkan dengan bahasa masyarakat dari Timur Indonesia, termasuk Labuan Bajo.

Ketika saya pertama kali melakukan presentasi di kelas, ada beberapa teman saya yang merasa asing dengan gaya saya berbicara. Setelah presentasi, salah seorang teman yang berasal dari Bandung mengatakan: ”Hiasinta kalau ngomong suaranya jangan gede-gede (besar). Nanti kamu disangka kasar loh ngomongnya.”

Awalnya saya merasa tersinggung dan langsung menjawab: “Udah dari sananya kayak gini teh.’’

Namun pada akhrinya saya sadar bahwa saya harus mengubah itu. Sebab, ada pepatah yang mengakatakan, “Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung’’, yang artinya bahwa kita harus menyesuaikan diri dengan tempat di mana kita berada. Mulai saat itu, perlahan-lahan, saya mulai menyesuaikan diri dengan cara mereka berbicara. Dan, sampai pada saat ini puji Tuhan sampai saat ini saya bisa menyesuaikan diri.

Sejak SMA, saya memang sangat ingin masuk di perguruan tinggi pariwisata. Alasan mendasarnya ialah keinginan untuik kembali ke Labuan Bajo yang kini sudah menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan dari seluruh penjuru Indonesia dan dunia.

Sebagai bocah yang lahir, dan dibesarkan di Labuan Bajo, tentunya saya tidak ingin menjadi orang asing dalam dinamika pembangunan pariwisata yang tengah menyerbu kota itu. Saya harus mengencangkan ikat pinggang saya, belajar (kuliah) dan suatu saat akan kembali ke Labuan Bajo.

Dan pada akhir tulisan ini, saya ingin menyampaikan bahwa apa pun jurusan saat ini (kuliah) tekuni itu dengan baik, lekas suatau saat kampung halaman membutuhkan kita. Dan untuk adik-adik yang masih SMA, pikirkan jurusan kalian ketika kuliah, sebab, salah jurusan saat kulaih lebih berat penderitaannya dibandigkan rindu. Hehehe. Salam.

Cindy ialah alumnus SMAK Ignatius Loyola. Semasa SMA, aktif di berbagai komunitas, salah satunya, di Rumah Kreasi Baku Peduli. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here