Gambar: Ilustrasi

RAGA

Tertatih
Setiap berjalan dengan kesunyian
Kegaduhan dalam hati terelakkan
Desis-desis angin tersamarkan
Hingga denyut nadi sempat terhentikan

Ingin kutorehkan sedikit perih
Ingin kuluapkan semua emosi
Ingin menapiskan sejuta pedih
Hingga memuntahkan sakit yang teramat lirih

Tak dapat tertawa sumringah
Hanya dapat tersenyum sendu
Tak dapat bersenandung ria
Hanya dapat bergumam seru

Suntuk••

Jenuh
Ragaku terganggu
Dengan bayangmu
Jiwaku terluka
Mengingat kenangannya

Kupejamkan mata
Terlintas wajahnya
Mata yang sirna
Dengan bibirnya yang indah
Gairah memeluknya
Hasrat memilikinya

Terlupa, hanya angan semata

Ketiga dan Satu-satunya

Saat malam berlalu begitu cepat
Kucoba menutup mata rapat
Dan mulai kusambut pagi hari
Dengan tetes hujan yang terlihat begitu emosi

Mata terbuka dengan air mata
Sedikit gila jadi yang ketiga
Bodoh memang mengakuinya
Tapi ini untuk kesekian kalinya

Pikiranku cukup padat
Hatiku tak lebih kuat
Hingga kuingin merangkak
Keluar dari neraka yang membuatku muak

Sekian dan demikian
Sedikit torehan yang menyesakkan
Dan ingatlah kamu yang begitu menyesatkan
Karma tak pernah bisa terelakkan

Maret ••

Kelam
Sangat menarik untuk kutuangkan dalam coretan
Dulu tak begini
Aku tak menyukai senja ataupun dia
Mereka sama
Mengapa?
Sifatnya sementara
Kadang merah merekah bahagia
Kadang juga hitam pekat berduka
Tapi ada langit dan aku yang selalu menerima
Bodoh? Sangat bodoh
Melihatnya, sangat mempesona
Tapi sungguh sangat berbeda
Kenapa?
Karna dia jelas ada
Tapi terlihat tak nyata
Mungkin mimpi yang kuanggap ada
Atau seperti angin yang berlalu begitu saja.

***

Orisa Savana ialah pengurus Osis SMAK Santo Ignatius Loyola – Labuan Bajo. Ia juga aktif mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan kepemudaan di Rumah Kreasi Baku Peduli Labuan Bajo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here