Ilustrasi/Sumber:pixabay.com

YANG KUARTI KITA

Perumpamaan selalu kutulis,
Pun pula aku tersenyum di saat membaca,
Itu adalah tentang kamu.

Kelebihanku adalah kepalsuan,
Itu saja tentang aku.

Dan kurangku adalah memaknai perumpamaan yang kutulis adalah kita.

KEHADIRAN

Kau dan aku merajut cerita tentang kita. Tentang kita yang kita judulkan; “AKU SETELAH KEHADIRANMU”

Banyak hal yang kita bicarakan di sana. Tentang luka, tentang air mata, tentang cinta, tentang jarak, tentang waktu, tentang rindu, dan masih banyak tentang-tentang lainnya.

Kita saling menguatkan, saling mendukung, dan saling mengisi. Kita pun mulai berkisah untuk bertemu nantinya. Bertemu mengobati luka, bertemu mengusap air mata, bertemu menyatukan cinta, bertemu mendekatkan jarak, bertemu mempercepat waktu, bertemu melepaskan rindu.

Aku masih ingat pada segala kesimpulan puisi yang kita rajut bersama. Puisi yang mengisahkan tentang kita;
“Kita adalah aku yang tak mau engkau terluka.

Kita adalah aku yang ingin melihatmu bahagia.

Kita adalah aku yang mengerti arti nafas bersama.

Teruntuk kita yang pernah dicumbui luka, yang pernah berpelukan mesra dengan air mata, yang bergelut dengan badan puisi kecewa.

Teruntuk kita yang merasa terasingkan cinta, yang pernah memuja dusta, yang percaya pada kata jilatan lidah.

Kita adalah kau dan aku.
Mari saling menyembuhkan”

Sebab sejatinya cinta adalah nyawa. Dan nyawa itu adalah nafas. Barangkali pula kuartikan nafas itu adalah dirimu.

JARAK

Dia adalah sang rasa tanpa dijelaskan namun setia mendengar.

Dia adalah sang rasa tanpa wajah namun ayu pada gelap.

Dia adalah sang rasa yang menetap, diam, dan enggan berlari.

Dia adalah sang rasa yang terjahit, berguman dalam hati.

Dia; buta, tuli, lumpuh, bisu.

Dia adalah LDR

RINDU

Caraku mengagumimu salah.

malam telah larut.

Pada ujung malam kita yang telah kubuat noda, rindu yang mengajarkan aku seperti itu.

WAHYU

Sebab aku melarik puisi tiada bermakna,
Puisimu yang kerap jiwa terjatuh, berdetak pada baris sajakmu,
Itu aku.

Melangkahlah di atas nafasku,
Wahyu.

 

Loke Laka

*Loke Laka adalah nama pena dari Yustinus Apri Bambut. Alumnus SMAN 2 Komodo ini sangat berminat pada teater dan puisi. Ia sering mempublikasikan puisinya lewat media sosial. Saat ini,pria kelahiran Cancar, 29 November ini aktif di beberapa kegiatan sosial di Labuan Bajo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here