Rumah Wunut sebagai Ruang Ekspresi Orang Muda Manggarai

0
339
Beberapa pemuda-pemudi dari Kota Ruteng melakukan pertunjukan seni di Rumah Wunut, Ruteng./Doc: Ilda Wahyu

RUTENG, FLORESMUDA.COM – Rumah Wunut yang selama ini tidak diperhatikan, kini ditata kembali menjadi wadah bagi semua kaum muda Manggarai untuk berkreasi. Berkat ide dari beberapa tokoh kaum muda yang pada akhirnya membuahkan hasil untuk kembali menghidupkan semangat merawat dan menjaga warisan budaya Manggarai.

Sebagai langkah awal, pada Jumat 17 November 2018 lalu, sejumlah pemuda dari Organisasi Pemuda Manggarai melakukan kegiatan bersih-bersih sekitar Rumah Wunut beserta salah satu ruangan yang tidak terawat. Selain para pemuda, kegiatan bersih-bersih ini juga diikuti oleh anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Para pemuda, anak-anak, dan dewasa memungut sampah yang berserakan di Rumah Wunut./Doc:Ilda Wahyu

Setelah itu, pada Sabtu, 17 November 2018, di pelaran Rumah Wunut diadakan kegiatan “Muda Berekspresi” sebagai tahap awal untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya. Kegiatan ini berlangsung dengan antusias dari muda-mudi. Ada yang bernyanyi dan membaca puisi. Berbagai komunitas di kota Ruteng pun ikut hadir.

“Kita gunakan dulu fasilitas seadanya saja, ini sebagai tahap awal . Jadi di sini akan terus diadakan kegiatan setiap sabtu, sekaligus malam akhir pekan. Jadi, di sini kita bisa berekspresi, mau nyanyi, baca puisi, menari, ataupun yang lainnya,” ujar Tedy Nahas selaku ketua kegiatan ini.

Bupati Manggarai, Deno Kamelus dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai, Frumensius Linus Tojo Kurniawan  turut serta hadir dalam kegiatan ini dengan memberikan dukungan, kesempatan, dan ruang untuk kegiatan selanjutnya.

“Dinding yang penuh dengan coret-coret, diharapkan bisa dicat kembali lalu diubah dengan motif kreatif Songke dengan kreasi anak muda Manggarai sendiri,” kataFrumensius Linus Tojo Kurniawan. “Kita adalah satu!” lanjutnya.

Rencananya, setiap malam Minggu akan terus diadakan kegiatan anak muda sebagai wadah berekspresi di pelataran Rumah Wunut. Selain itu juga kegiatan ini sebagai bentuk menjaga aset budaya yang selama ini terabaikan, yaitu Rumah Wunut. Selain itu, rencananya akan ada penjualan kuliner di sekitar tempat itu agar lebih menghidupkan suasana. (*Ilda Wahyu/red)

*Penulis adalah Reporter Pelajar yang mendapat pelatihan khusus dari Redaksi Flores Muda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here