Kecintaan Gazpar Araja pada Sasando

1
221
Gaspar Aloysius Raja memainkan sasando sambil bernyanyi./sumber: facebook Nila Tanzil Peterzen

Gaspar mulai menyentuh sasando sejak tahun 2011. Setelah berlatih beberapa tahun, iapun berani tampil sendiri dimana-mana. Ia bahkan sudah punya rencana membuat album musik sasando

Musik seperti sudah menyatu dengan darah daging Gaspar Aloysius Raja. Pemuda yang dikenal dengan nama Gazpar Araja ini sudah menekuni berbagai alat musik sejak masih di bangku sekolah. Saat masih di Seminari Pius XII Kisol, masuk di tingkat SMA, ia telah mahir bermain gitar dan menyanyi.

Setelah mampu memainkan beberapa alat musik, Gaspar tertarik untuk berlatih sasando. Ia mulai tertarik ketika melihat penampilan seorang pemain sasando pada salah satu acara ajang pencarian bakat di televisi swasta. Alat musik tradisional asal Rote, Nusa Tenggara Timur ini akhirnya membuatnya jatuh cinta.

“Awal tahun 2011 saya ke Kupang untuk menjalankan TOP (Tahun Orientasi Pastoral) di Unwira. Saat di Kupang, saya kunjungi pengrajin sasando di Obelo Kupang. Lihat pertama kali, langsung jatuh cinta. Dari situ saya mulai mencari tahu cara bermainnya,” beber Gaspar kepada Flores Muda.

Bukan melalui cara yang praktis, Gaspar berlatih dengan tekun untuk bisa memainkan sasando. Ia membeli satu unit sasando dan mengikuti kursus sasando selama tiga bulan di tempat kursus bernama Edon Sasando. Setelah selesai kursus, dengan kemampuan dasar yang sudah ada, Gaspar pun berlatih dan mengembangkannya sendiri.

Untuk bisa bermain dengan baik, semua alat musik memang memiliki tingkat kesulitannya masing-masing. Namun, untuk sasando, Gaspar mengakui beberapa kesulitan yang ia hadapi dibandingkan alat musik lain yang sudah ia kuasai.

Gaspar Aloysius Raja yang dikenal dengan Gazpar Araja mulai berlatih memainkan sasando sejak tahun 2011/Foto:AIB

Permainan alat musik sasando terbilang unik. Terdapat 32 dawai yang dipetik. Dawai-dawai ini dipasang mengelilingi bambu. Pemain harus mengandalkan seluruh jari tangan untuk menghasilkan irama yang baik. Perbedaan sasando dengan pianopun bisa dilihat dari fungsi komponen penghasil musiknya. Gaspar mengatakan, pada piano letak komponen penghasil melodi yakni pada bagian kanan, sedangkan bagian kiri adalah tuts untuk kunci atau chord. Fungsi ini pun justru berlawanan pada sasando.Gaspar harus terbiasa menghasilkan melodi dari tangan kiri, dan chord pada tangan kanan.

“Menurut saya susah juga, karena bermain sasando sudah terbalik dari bermain piano. Ketika saya belajar sasando, saya mulai belajar lagi dari awal. Kalau main gitar kan saya sudah bisa memainkan lagu-lagu yang cukup sulit, tapi saat mulai bermain sasando, saya mulai lagi melatih lagu anak-anak. Harus sabar latihan,” aku pemuda kelahiran 6 Januari 1986 ini.

Gaspar pun berupaya untuk latihan setiap hari. Selain untuk latihan sasando, ia juga menyisihkan waktu untuk bermain gitar, menciptakan lagu, dan membaca. Kemudian untuk bisa percaya diri tampil sendiri memainkan sasando, ia butuh waktu latihan selama tiga tahun.

Meluncurkan Album Sasando Tahun Depan

Salah satu alasan lain Gaspar belajar sasando adalah setelah ia melihat perkembangan musik jaman sekarang yang hampir melupakan musik-musik tradisional. Menurutnya, kebanyakan anak-anak muda mulai lupa pada lagu-lagu dan alat musik tradisional khususnya di Nusa Tenggara Timur. Dengan kecintaaanya pada sasando, Gaspar pun punya misi tersendiri.

“Ternyata bisa memainkan alat musik sasando itu ada misi tersendirinya. Selain melestarikan juga bisa memperkenalkan NTT dan menggali lagi nilai-nilai kebudayaan kita.”

Musisi muda inipun sudah banyak menciptakan lagu dan telah sering tampil di beberapa televisi swasta nasional. Ia juga pernah berkolaborasi dengan beberapa artis yakni Dwiki Dharmawan dan Sheila Marcia. Gaspar bahkan pernah tampil bermain sasando di Hongkong dan Makaw.

Sebelumnya ia telah membuat dua album musik yakni album musik rohani berjudul Tuhan Jawabanku dan album musik lain berjudul Save Our nature, Save Our Life. Lalu untuk ke depannya, ia punya rencana untuk membuat album khusus musik sasando.

Gazpar Araja akan meluncurkan album musik sasando tahun depan./Foto: AIB

“Sudah banyak materi untuk membuat album sasando. Materi dasarnya sudah ada, target tahun depan semoga sudah bisa diluncurkan,” ungkapnya.

Lagu pengisi album tersebut, rencananya dengan lagu-lagu ciptaannya sendiri. Gaspar juga ingin menambah beberapa lagu daerah yang diaransemen ulang olehnya. Intinya, tema album musik sasando yang akan ia luncurkan adalah tentang Flores.

“Saya ingin temanya tentang Flores dengan lagu-lagu yang memiliki pesan bahwa ini tanah kita!” tutup dia dengan tegas. (red)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here