Komodo Trekker, Bukti dan Tujuan Kegigihan Lois

1
1061
Aloysius Suhartim Karya atau Lois berpose di kediamannya./Foto:AIB

Lois mengenal dunia pariwisata sejak masih duduk di bangku kelas X sekolah menengah atas. Dari situ, ia jatuh cinta kemudian mandiri dan merancang masa depannya hingga membuka usaha biro perjalanan wisata.

 

Aloysius Suhartim Karya adalah nama lengkap dari pria yang akrab disapa Lois ini. Ia kini membuka perusahaan kecil yang bergerak di bidang biro perjalanan wisata bernama Komodo Trekker. Lois membuat situs website www.komodotrekker.com sebagai perantaranya dengan calon wisatawan yang hendak berlibur ke Flores, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat.

Saat disambangi Flores Muda di rumahnya yang berlokasi di Waemata, Labuan Bajo, Lois berbalut baju kaus hitam dan celana jin pendek. Ia menjadikan ruang tamu rumahnya sebagai kantor biro perjalanan yang ia kelola sekaligus tempat pertemuan dengan orang dekat, rekan kerja, dan tamu wisata.

Lois pun menunjuk situs website Komodo Trekker.  Pada situs ini, Lois menampilkan berbagai tawaran paket wisata yang dilengkapi dengan potret-potret objek wisata yang ada di Flores. Ia juga meninggalkan nomor telepon dan alamat email untuk calon wisatawan yang tertarik dengan penawarannya.

“Setiap hari ada banyak sekali email masuk dari tamu. Mereka biasanya kalau mau pesan, pasti lewat email,” celetuk mahasiswa baru di Politeknik El Bajo Commodus.

Komodo Trekker resmi terbentuk pada Maret 2017. Pembuatan website Komodo trakker tersebut untuk menjawab kebutuhan informasi melalui media online para turis. Sebagai awal, Lois mengaku tampilan website biro perjalanan wisatanya masih tergolong sederhana. Namun, meski masih tergolong baru, ia termasuk seorang pramuwisata yang memiliki pengalaman yang cukup. Pengalaman tersebut yang menjadi pegangannya untuk menjalankan usaha biro perjalanan yang dibangunnya kini.

“Tamu pertama saya saat itu dari Singapura. Pembayaran dari tamu itu akhirnya menutup semua kebutuhan pembuatan website.  Setelah itu, usaha inipun berjalan dengan aman dan lancar,” bebernya.

Jenis paket perjalanan yang ditawarkan perusahaannya tersebut adalah perjalanan ke kepulauan dan berpetualang pada alam dan budaya Flores. Untuk paket jelajah alam dan budaya Flores, Lois mengatakan jenis paket ini  lebih ke mendedikasikan wisatawan untuk mempelajari kehidupan sehari-hari masyarakat ke lokal.

Untuk paket tersebut, Komodo Trekker tidak hanya sekedar membawa para wisatawan ke objek wisata yang menarik. Mereka juga diperkenalkan dan diperlihatkan tentang adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat. Selain itu, Lois dan timnya juga membawa para wisatawan ke sekolah-sekolah di Flores untuk mengadakan kelas belajar Bahasa Inggris gratis.

Baginya, yang terpenting dalam menjalankan usaha biro perjalanan wisata adalah dengan menjaga kualitas. Hal inipun akan sejajar dengan nilai tawar yang mereka berikan.

Lois memiliki hobi jalan-jalan/Doc: Aloysius Suhartim Karya

“Saya menjual paket yang mutu. Kenapa saya bilang paling mutu, karena kalau saya kerja pasti dengan total. Saya memiliki kemampuan mendaki dan menyelam. Sebagai pemandu wisata, memang harus memiliki kemampuan tersebut agar bisa maksimal mendampingi tamu. Inilah yang membuat reputasi Komodo Trekker baik di mata wisatawan dan membuat wisatawan ingin kembali didampingi oleh perusahaan kami. Kami pun menjual paket dengan tidak main-main,” aku dia dengan antusias.

Pada masa-masa ramai wisatawan, Komodo Trekker bisa mendampingi sampai belasan tamu. Sedangkan untuk masa sepi, berkisar lima sampai delapan orang. Pendapatan yang ia peroleh dari itupun cukup lumayan. Ia bisa mendapat minimal Rp5 juta dari setiap tamu. Hasil usahanya tersebut yang membuatnya mampu membangun rumah, membeli kendaraan sendiri, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Lika-Liku” Lois Menuju Mandiri

Tidak ada kesuksesan yang diperoleh dengan mudah. Lois mempercayai hal itu seperti melihat pelangi yang indah. Sebelum muncul pelangi, pasti selalu ada hujan dan badai.

Lois memegang prinsip bahwa untuk berhasil, seseorang harus bekerja keras dan gigih. Akan ada banyak tantangan, cobaan, dan rintangan yang siap menerjang. Terpenting adalah, tetap kuat dan teguh menjalankan usaha dan bekerja keras sampai keinginan tercapai. Hal inipun yang ia rasakan selama menggantungkan hidup dari dunia pariwisata.

Ia mulai belajar Bahasa Inggris sejak duduk di bangku kelas 1 sekolah menengah pertama. Pemuda yang lahir di Kecamatan Terang, Kabupaten Manggarai Barat ini saat itu memang sudah jatuh cinta pada Bahasa Inggris.

“Saya dulu selalu membawa kamus saku. Sempat tidak tahu apa alasan mendasar sampai jatuh cinta pada Bahasa Inggris. Saya baca-baca terus dan saya rasa itu menarik,” ucapnya kepada Flores Muda.

Setelah tamat dari sekolah menengah pertama, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Komodo di Labuan Bajo. Masih duduk di bangku kelas X, Lois diajak seorang teman ke objek wisata Batu Cermin yang berlokasi di Dusun Waesambi, Labuan Bajo.

“Batu Cermin kan di-handle  Dinas Pariwisata Manggarai Barat. Teman saya punya hubungan yang baik dengan mereka di sana, dia mengajak saya kemudian diperkenalkan dengan petugas di sana. Jadi saya belajar di situ, asah Bahasa Inggris, dan mendapat penghasilan.”

Belajar dan mendapat penghasilan di tempat tersebut menjadi kebanggaan dan motivasi Lois untuk belajar keras. Setelah lulus dari SMKN 1 Komodo, ia kemudian bekerja di salah satu perusahaan diving di Labuan Bajo.

Lois mengaku,  ia bekerja di perusahaan diving dengan maksud untuk menjadi dive master. Namun, maksudnya tersebut tidak tercapai. Ia harus ditempatkan di bar karena perusahaan tersebut sedang kekurangan staf di bar. Saat itu, Lois merasa terkekang karena hal tersebut sangat berlawanan dengan karakternya.

“ Itu bertolak belakang dengan karakter saya karena saya ini sebenarnya suka jalan-jalan, eksploras. Itu didasari dari saya yang berasal dari kampung yang kecil di Terang, ingin melihat lebih jauh dan punya cita-cita memiliki relasi dengan orang luar. Lalu sekitar beberapa bulan saya keluar dari situ,” ucapnya jujur.

Lois merupakan pendiri biro perjalanan wisata bernama Komodo Trekker/Foto:AIB

Setelah itu, Lois melamar kerja sebagai Naturalis Guide di Taman Nasional Komodo. Selama bekerja di Loh Buaya, kawasan Taman Nasional Komodo, ia menambah banyak pengalaman. Ia juga bertemu banyak orang yang memberinya motivasi agar berani membangun usaha sendiri. Sejak dari Taman Nasional Komodo, ia pun terinspirasi untuk membuka usaha biro perjalanan wisata.

“Sekitar beberapa bulan dari situ, saya resign lalu freelance tour guide,” lanjutnya.

Setelah dari itu, Lois ditawari salah satu perusahaan biro perjalanan wisata di Labuan Bajo. Ia diminta untuk menjadi pramuwisata untuk wisata adventure.

“Mereka membutuhkan tour guide orang Flores yang berkompeten di bidang adventure. Waktu itu saya berpikir mungkin itu jalan terbaik untuk saya eksplorasi Bali ataupun Flores. Saya diwawancara selama satu minggu lalu ketika diwawancarai, mereka tertarik dengan apa yang saya sampaikan. Hasil presentesasi saya dianggap unggul kemudian kami membuat kesepakatan kontrak.”

Masuk dalam perusahaan tersebut, ia semakin antusias. Lois mulai mendampingi wisatawan untuk tour ke beberapa daerah yakni Ende,  Lombok, dan Bali. Beberapa tahun setelah itu ia juga dipercaya memandu tamu wisata sampai ke Sumatera Utara. Pendapatan yang ia peroleh dari itupun semakin bertambah.

Namun, meski begitu, Lois merasa belum cukup dan tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya. Ia mengaku, apa yang telah ia berikan kepada perusahaan tidak sesuai dengan yang ia dapatkan.

“Dalam kacamata saya saat di sana, saya melihat seakan-akan saya dipergunakan. Karena saya jual paket, saya guiding, saya organize anak-anak yang  training. Pekerjaannya all out. Lalu hati kecil saya berontak,” beber Lois.

Merasa tak sesuai dengan yang diinginkannya, Lois kemudian memberanikan diri membuat website sendiri. Ia gigih menyusun konten website dalam dua minggu dan segera meluncurkan website tersebut sebelum mengundurkan diri dari perusahaan sebelumnya.

Setelah mantap keluar, Lois pun mengelola biro perjalanan wisatanya sendiri. Ia memperoleh pendapatan yang lumayan dari itu. Bahkan, Lois kini telah mengajak beberapa orang untuk bergabung dengannya. Kini, biro perjalanan Komodo Trekker yang dibangunnya sudah memiliki pasarnya sendiri. (*)

 

1 COMMENT

  1. What a great job, Mr Louis. You are a spiritful fighting young man. Keep on doing your best. Hopefully your dreams Will once come true to be achieve your great future. Best regards for you and your family…..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here