Teknologi dan Perubahan Masyarakat

0
90
Ilustrasi/Sumber: pixabay.com

Di zaman apakah kita sekarang? Orang mungkin menyebutkan atau memberi nama zamannya sesuai apa yang dilihatnya dalam perubahan dunia dan masyarakatnya.  Perkembangan dan perubahan yang terjadi pun mempengaruhi cara hidup manusia sendiri. Mulai dari cara berpikir, pola hidup, hingga hubungan sosial dan interaksi dengan sesama.

Masyarakat dijadikan sebagai subjek dari perubahan-perubahan yang terjadi dan mempengaruhi perubahan yang lebih besar dalam masyarakat itu sendiri.

Salah satu perkembangan yang begitu pesat yaitu perkembangan teknologi yang hampir menguasai sebagian dunia. Kian tahun perkembangan teknologi makin marak dan berkembang. Para produsen teknologi sendiri pun berlomba-lomba memanjakan konsumennya. Kita sebagai konsumen pun kini ada yang disebut sebagai “penggila teknologi”. Dalam hal ini konsumen pun berlomba-lomba dan tak ingin ketinggalan untuk bersaing dalam penggunaan teknologi.

Bagaimana dengan teknologi dan hubungan sosial masyarakat?

Teknologi yang semakin canggih tentu menarik banyak waktu untuk memusatkan perhatian dalam menggunakannya. Salah satu contoh sederhananya yaitu Handphone yang kini memiliki banyak fitur menarik dalam memanjakan para penggunanya. Hanya menekan satu jari saja kita sudah bisa menjelajah dunia. Hanya dengan satu jari saja kita bisa terhubung dengan orang yang jauh dari mata.

“Ketika dunia di satu jari.”

Kita happy? Tentu, ya!

Sadar tidak sadar, hubungan kekerabatan, pertemanan, dan hangatnya lingkungan masyarakat akan hilang dengan sendirinya. Sikap individual menjadi semakin terasa.

Satu keluarga minum kopi bersama dalam satu meja. Tapi tak saling bercengkerama. Yang “berbicara” hanya jari. Saat itu mungkin seseorang akan menulis begini; “Kita disini, bersama. Tapi hambar yang terasa.”

Keakraban di dalam keluarga, sekolah, ataupun lingkungan masyarakat pun semakin pudar dengan sendirinya. Bagaimana dengan teknologi dan perubahan budaya?

Teknologi dapat menimbulkan krisis sosial-budaya dalam masyarakat, serta makin merebaknya gaya hidup konsumerisme dan hedonisme, yaitu gaya hidup yang menganggap bahwa barang-barang mewah dan materi adalah ukuran dari kebahagiaan. Gaya hidup seperti ini tentu berpengaruh besar dalam pola hidup kita. Melupakan diri sendiri tentu efek dari perilaku konsumerisme. Melupakan darimana kita, siapa diri kita, dan dimana kita. Teknologi memudahkan orang dalam segala hal. Mulai dari bekerja, serta kebutuhan hajat seseorang. Cara berpakaian salah satu contoh gaya hidup yang bisa membuat kita lupa siapa kita, darimana kita, dan dimana kita.

Pada waktu sekarang, orang mengukur level kehidupannya dari kepintarannya menguasai teknologi. Mengusai belum tentu bijak dalam penggunaannya. Teknologi juga mampu menjerumuskan kita ke dalam jurang masalah. Salah satunya yaitu media sosial yang kini marak digunakan oleh semua kalangan masyarakat.  Waspada adalah kata yang tepat bagi kita sebagai konsumen.

Perkembangan-perkembangan teknologi juga seakan memaksa kita untuk mengikutinya. Membawa kita ke kondisi dimana sebuah masyarakat yang berinteraksi tanpa terbentur ruang dan waktu. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Membenahi dan mempersiapkan diri dalam menerima perubahan-perubahan dunia. (*)

 

Ilda Wahyu

*Penulis dikenal dengan nama Ilda Wahyu. Seorang pelajar SMAK Setia Bakti Ruteng yang juga aktif menulis di Flores Muda sebagai Reporter Pelajar. Punya minat pada dunia jurnalistik dan hobi menulis puisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here