Belajar Berdemokrasi dalam Memilih Pengurus Osis

0
239
Suasana debat paslon Ketua Osis dan Wakil Ketua Osis SMP St Stefanus Ketang, Jumat, 10 Agustus 2018

KETANG, FLORESMUDA.COM – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menggali potensi peserta didik. Belajar-mengajar reguler dan beragam kegiatan ekstrakurikuler tentu sudah biasa. Siswa SMP St. Stefanus Ketang-Rejeng mencoba belajar berdemokrasi dari cara memilih ketua osis secara demokratis.

Kepala Sekolah, Romo Valerianus Paulinus Jempau atau yang akrab disapa Romo Lerry menjelaskan beberapa proses yang harus dilalui sebelum pemilihan ketua osis di SMP St. Stefanus Ketang-Rejeng. Rencananya, pemilihan ketua osis akan dilakukan pada Sabtu 11 Agustus 2018.

Menurutnya, pasangan calon (Paslon) ketua dan wakil ketua osis akan diseleksi terlebih dahulu berdasarkan beberapa kriteria.

“Pertama, calon harus memiliki pengalaman kepemimpinan sejak masa SD hingga SMP, misalnya pernah menjadi ketua kelas, wakil atau seksi-seksi lain dalam kelas dan di sekolah,” katanya kepada Floresmuda.com, Jumat 10 Agustus 2018.

Lalu, calon juga harus berprestasi sejak SD hingga SMP, misalnya pernah juara umum, yakni peringkat 1-5 nilai ujian semester, dan juara 1-5 kelas, serta peringkat 1-5 nilai ujian nasional sekolah dasar.

“Selain itu, ada juga kriteria dari kaur kesiswaan sekolah misalnya, berdasarkan keaktifan berbicara dan menulis dalam kegiatan sidang akademik dan dalam menulis di majalan dinding (mading) kelas, mading sekolah, dan majalah CERMIN yang merupakan majalah bulanan sekolah,” kata imam yang dikenal dengan Pastoral Literasi-nya itu.

Debat Kandidat

Debat kandidat berlangsung di aula sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Sukma Keuskupan Ruteng itu berjalan alot pada Jumat, 10 Agustus 2018. Setiap Paslon, dimoderasi oleh Fransiska Jesika Jelita, menyampaikan visi-misi serta program.

Ada lima Paslon yang bertarung. Pertama MASAJAN (Maria Mayawi Sriutami dan Arnoldus Jansen Tabung). Kedua, PAKMA (Lusiana Dewi Plasida dan Aprianus Yekri Mampu). Ketiga, CARITAS (Jansensius Syukur dan Meylin Kristianti), serta KARISMA (Wiliam Prima Aprianto & Kristiani Noyatika Rut).

“Selanjutnya saling menanggapi dan mengkritisi visi-misi dan program antar calon serta berdebat,” kata Romo Lerry.

Selain itu, audiens juga diberi kesempatan untuk menanggapi atau mempertanyakan visi-misi dan program dari setiap paslon.

“Guru-guru juga diberi kesempatan untuk mempertanyakan dan menanggapi program dari setiap Paslon,” katanya.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara debat, Romo Lery menyampaikan model suksesi dan regenerasi kepemimpinan seperti ini merupakan upaya positif dari sekolah untuk menumbuhkembangkan pendidikan politik yang demokratis kepada anak didiknya.

“Sekolah berusaha menopang dan membangun fondasi yang kokoh bagi bangunan demokrasi yang dianut di negara kita sejak pendidikan dasar dan menengah,” katanya.

Ia juga sangat mengapresiasi kerja keras dari semua yang berpartisipasi menyukseskan acara tersebut. “Kesuksesan ini tidak pernah dipisahkan dari peran kaur kesiswaan, para paslon dan panitia,” katanya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here