Mengedukasi Anak Negeri Manggarai Timur (3)

1
47
Malam Penutupan
Baca sebelumnya: Mengedukasi Anak Negeri Manggarai Timur (1)
Baca sebelumnya: Mengedukasi Anak Negeri Manggarai Timur (3)

Pada hari ke tiga, kegiatan MeAN dilanjutkan tepat pukul 12.00 WITA. Kegiatan dimulai dengan pendidikan penguatan karakter yang membahas masalah Indonesia damai anti kekerasan. Kegiatan berlangsung dengan sistem pemberian materi langsung ke peserta didik. Kegiatan ini dipandu moderator Gede Ambara Putra yang juga peserta GGD 2016 yang bertugas di Kabupaten Manggarai Timur.

Kegiatan ini dibawakan langsung oleh Akbar, alumni PPG SM-3T yang tergabung dalam tim MeAN yang berasal dari Makassar. Materi yang disampaikan tentang pentingnya hidup damai, bahaya dari kekerasan yang terjadi, dan pentingya menjaga persatuan meski kita berbeda suku, agama, dan lainnya. Di sela penyampaian materi, peserta didik diperlihatkan video tetang bagaimana indahnya hidup damai tanpa kekerasan. Kegiatan ini diikuti oleh 51 peserta didik.

Di akhir kegiatan, seorang peserta didik, Yohana Jemumu bertanya tentang bagaimana menjaga diri dari situasi kekerasan yang terjadi di masyarakat.

“Hiduplah dengan kedamaian, teruslah menebar kebaikan ke orang banyak karena kesuksesan adalah ketika kita bermanfaat bagi orang banyak,” kata pemateri di akhir kegiatan.

Foto bersama

Setelah beristirahat, pada pukul 14.00 WITA dilanjutkan dengan kelas inspirasi di sarasehan literasi sekolah. Kelas inspirasi dipandu oleh Akbar selaku moderator dan pemateri dibawakan oleh peserta GGD 2016 yang juga merupakan alumni PPGT, Victor Juju. Ia menceritakan pengalaman inspirasinya mulai ketika dia menuntut ilmu di desa kecil, kemudian berjuang melanjutkan pendidikan di kota besar dan sekarang sudah menjadi aparat sipil negara.

Setelah mendapatkan tanggung jawab, ia kemudian mengabdi di daerah asalnya. Ia juga seorang penulis yang beberapa tulisannya telah terbit hampir di seluruh media cetak yang ada di pulau Flores bahkan sering terbit di harian terkenal di Makassar.

“Meskipun kita anak desa, kita tidak boleh kalah dari mereka yang ada di daerah lain. Teruslah berkarya! Jangan dengar kata orang yang mengucilkan kita! Menulislah karena orang hebat selalu menuangan pengalaman hebatnya untuk menjadi kenangan dan motivasi orang lain. Menulis adalah cara orang hebat meninggalkan karyanya,” ucap pemateri memberi semangat.

Setelah kelas inpirasi literasi, dilanjutkan program donasi buku sumbangan dari seluruh sahabat Masyarakat SM-3T Indonesia. Buku diserahkan secara simbolis kepada Kepala SMAN 9 Borong, Marcelinus Tera oleh Koordinator Mengedukasi Anak Negeri Manggarai Timur, Akbar. Harapan program ini agar kegiatan literasi yang terhalang oleh minimnya buku bisa teratasi.

Rangkaian terakhir kegiatan adalah malam penutupan yang dilaksanakan pukul 19.30 WITA di Aula Desa Sita. Kegiatan dihadiri oleh beberapa tamu undangan khususnya orang tua siswa.

Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh Almiana Anul dan diiringi gitar oleh Bionisius Frado. Di akhir penampilan, Almiana Anul menyampaikan isi dari puisinya adalah tentang begaiamana sikap sebagai seorang peserta didik yang harus memuliakan guru. Karena guru yang mengajarkan peserta didik untuk mengetahui banyak hal.

Pada malam puncak juga ditampilkan hasil hasta karya dari peserta didik yakni lampion kedap-kedip dan pohon literasi yang telah dibuat peserta didik selama 3 hari terakhir.

Koordinator MeAN, Akbar dalam laporannya menyampaikan ucapan terima kasih untuk semua elemen yang terlibat dalam kegiatan ini. Ucapan terima kasih terkhusus untuk Kepala SMAN 9 Borong beserta, para guru yang telah menjalin kerjasama dengan sangat baik. Ia juga menyamaikan permohonan maaf apabila ada kesalahan kata dan perbuatan.

“Harapan kami semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa diteruskan dan menjadi kegiatan yang rutin bagi peserta didik ke depannya,” lanjut Akbar.

Tarian lokal Manggarai Pu’u Songke ditampilkan oleh 5 peserta didik SMAN 9 Borong pada malam penutup. Para penampil terlihat anggun dalam balutan busana khas Manggarai.

Setelah itu, sambutan selanjutnya dari koordinator GGD 2016, Musa Damyati. Ia berharap agar kegiatan MeAN ini bisa bermanfaat bagi seluruh lapisan khususnya SMAN 9 Borong. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari atas kesalahan yang diperbuat selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan tari khas Bali yaitu tari Kecak. Tarian yang dibawakan beberapa siswa SMAN 9 Borong ini ditampilkan dengan panggung yang dibiarkan gelap. Sumber cahaya berasal dari obor yang telah disediakan dalam panggung. Tari ini bercerita tentang penculikan Dewi Sinta yang diselamatkan oleh kera putih Hanoman.

“Teruskan dan lanjutkan kegiatan MeAN ini karena ini program yang bagus. Kalau bisa teruslah berkegiatan untuk seluruh wilayah Indonesia dan jangan membedakan. Guru SM-3T adalah guru yang sangat kreatif,” ungkap Romo Paroki Santa Maria Asumta Sita dalam sambutannya.

Acara selanjutnya adalah Tari Tulolonna Sulawesi yang merupakan tari khas Sulawesi Selatan. Tari ini dibawakan langsung oleh peserta didik SMAN 9 Borong. Setelah itu, penampilan terakhir adalah penampilan paduan suara peserta didik SMAN 9 Borong.

Kegiatan Mengedukasi Anak Negeri Manggarai Timur yang berlokasi di SMAN 9 Borong, Kelurahan Sita, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur secara resmi ditutup oleh Kepala SMAN 9 Borong, Marcelinus Tera, S.Pd. Kegiatan ditutup dan dilanjutkan dengan acara hiburan bersama peserta didik, guru, dan masyarakat bersama tim MeAN Maggarai Timur. (Tim MeAn/red)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here