Sebuah Catatan Lebih Aman dari Seribu Ingatan

0
82
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah SMA Seminari Pius XII Kisol./Doc: Frater Lolik Apung

*Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah SMA Seminari Pius XII Kisol

Kamis, 19 Juni 2018, para siswa kelas X SMA Seminari Pius XII Kisol mulai mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), di ruang rekreasi SMA. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dan bertujuan untuk mengakrabkan lingkungan sekolah maupun asrama SMA Seminari Pius XII Kisol.

Kegiatan ini dipandu para romo, frater, dan para guru SMA Seminari Kisol. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan para siswa mengikutinya dengan antusias.

Kepala Sekolah SMA Seminari Pius XII Kisol, Rm. Ardus Tanis, Pr. Pada sesi pembuka ini, Rm Ardus yang membuka kegiatan secara resmi. Ia menyampaikan materi tentang disiplin hidup harian di Seminari Kisol. Menurutnya disiplin harian bertujuan untuk mewujudkan harmoni di dalam kehidupan seminaris, sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan seminaris.

Pada hari kedua, kegiatan MPLS dibuka oleh Ibu Reny Lagur yang menyampaikan materi tentang Wawasan Wiyata Mandala, lalu dilanjutkan dengan materi tentang pendidikan karakter dan tata krama siswa oleh Rm Feliks Edu Pr, pengenalan kurikulum 13 oleh Pak Walden Babut, dan materi ditutup dengan diskusi aktual tentang kehidupan berbangsa dan bernegara oleh Pak Irwan Anjur.

Pada hari ketiga, Rm. Ardus Tanis Pr membuka kegiatan MPLS dengan materi tentang literasi dan program belajar efektif. Setelah itu, materi tentang motivasi panggilan dan pembinaan iman oleh Rm. Dion Labur, Pr, diikuti materi  kepramukaan dan pembinaan iman oleh Ibu Reny Lagur, dan ditutup dengan kegiatan praktik literasi oleh Fr. Lolik Apung.

Banyak hal yang didapat oleh para siswa selama mengikuti kegiatan MPLS. Disaksikan penulis, para siswa tampak bersemangat mengikuti kegiatan ini, meskipun ada beberapa siswa yang tampak lelah ketika tiba pada sesi-sesi terakhir.

“Seminari mempunyai rencana besar untuk kami, dan saya bangga menjadi bagian dari rencana besar itu,” kata Bruri Pea Mole.

Erik Adu, salah seorang siswa pun mempunyai kesan sendiri atas kegiatan MPLS ini. “Saya mencatat beberapa gagasan dan hal penting dalam sesi-sesi MPLS. Gagasan-gagasan itu memotivasi saya. Satu yang membekas dengan baik adalah: sebuah catatan lebih aman dan berguna dibandingkan dengan 1000 ingatan,” katanya menerangkan.

MPLS sebenarnya adalah nama lain dari Masa Orientasi Sekolah (MOS). Perubahan nama ini kiranya juga mengubah perspektif orang tentang masa-masa awal di sekolah, bukan lagi diwarnai dengan pembinaan semi kekerasan atas dasar senior-junior, melainkan pembinaan yang direncanakan dengan matang dan benar, sehingga memberikan manfaat yang berarti bagi para peserta didik. (Erich Rodrigues/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here