Kelola Penginapan, Karon Berpenghasilan dan Bebas dari Pengangguran

0
1983
Pengusaha muda, Karon Harum/Foto:AIB

Bukan lulusan perguruan tinggi dan tak memiliki modal cukup, tidak berarti akhir bagi Karon Harum. Pemuda dengan nama lengkap Robertus Karon Alfian Harum ini memanfaatkan pengalaman yang ia miliki selama merantau, kemudian menyulap indekos milik orang tuanya menjadi penginapan dengan pendapatan yang lumayan.

Jika dari persimpangan Patung Caci lalu menerobos masuk ke Jalan Frans Nala, Padang SMIP, Labuan Bajo, di salah satu sisi kanan jalan akan terlihat papan hitam dengan tulisan “One Love Homestay”, berdiri tegak di depan gang. Di papan tersebut juga tertera keterangan jarak lokasi dari jalan utama, yakni 50 meter. One Love Homestay ini adalah penginapan dengan harga murah yang dikelola pria kelahiran Ruteng, 13 Maret 1989, Karon Harum.

Saat disambangi Flores Muda beberapa waktu lalu, Karon hanya berbalut baju kaus dan celana pendek. Rambutnya yang gimbal disatukan di puncak kepala. Ia baru saja selesai mengurus sarapan tamu-tamu penginapannya.

Penginapan dengan nama One Love Homestay yang dikelolanya ini sudah berjalan sejak tahun 2017 lalu. Penginapan ini menyediakan delapan kamar standar dengan kelengkapan tempat tidur, kamar mandi dan toilet dalam, dan kipas angin. Karon juga menyediakan layanan lain seperti free wi-fi, jasa cuci pakaian atau laundry, dan jasa antar-jemput menggunakan sepeda motor. Ia pun bekerja sama dengan beberapa supir angkutan pribadi untuk antar-jemput tamu di Bandara Internasional Komodo.

Penginapan One Love ini adalah salah satu wujud cita-cita dan impian Karon. Awalnya, kedua orang tuanya hendak membangun indekos yang tujuannya untuk disewa per bulan.

“Saat itu saya juga sedang fokus sebagai tour guide, antar-antar tamu. Saya lihat ada beberapa tamu yang sampai tinggal tujuh bulan di Labuan Bajo. Mau menginap di hotel, tapi mahal, jadi saya sarankan tempati indekos saya saja,” ucapnya.

Karon Harum dengan balutan sederhana berpose di depan One Love Homestay yang dikelolanya/Foto:AIB

Awalnya, bangunan penginapan yang sudah jadi dan siap ditempati hanya terdapat dua kamar. Dua kamar tersebut kemudian disewa wisatawan manca negara selama tujuh bulan. Dari hasil itu, ia kemudian memanfaatkan uang sewa yang diperolehnya untuk menyelesaikan dua kamar lagi. Pelan-pelan, seiring berjalannya waktu, pembangunan dan fasilitas delapan kamar penginapannya pun rampung.

Selama ini, Karon menggunakan berbagai cara untuk mempromosikan penginapan yang ia kelola. Ia melakukan promosi melalui media sosial dan situs online. Namun, yang juga tak kalah penting baginya adalah secara lisan melalui kenalan. Menurutnya, menjalin komunikasi yang tidak putus sangat penting baginya untuk mengembangkan usaha yang sedang ia kelola.

“Kalau tamu datang, saya tidak hanya begini saja; ‘Itu kamar, silakan tidur!’ Saya juga dekati mereka dan tanya tentang apa yang mereka butuhkan di sini. Lebih ke banyak berkomunikasi dengan mereka,” bebernya.

Tamu yang datang dan menyewa penginapannya pun banyak berasal dari luar negeri. Ia juga sesekali menerima tamu domestik. Menurut Karon, pembangunan penginapannya tersebut selesai tepat waktu. Tepat di saat kunjungan wisatawan di Labuan Bajo sedang meningkat.

Peningkatan ini pun terlihat dari jumlah kamarnya yang terisi. Ke delapan kamar penginapannya bisa terisi penuh selama satu minggu. Kadang juga, di masa sepi, tiga kamar bisa kosong sampai tiga hari.

“Yang datang menginap di sini, ada yang karena faktor kedekatan dan kenyamanan. Padahal kalau dilihat fasilitas masih kurang, lokasi juga jauh dari pusat kota,” lanjutnya.

Melihat itu pun, Karon mengaku mendapat keuntungan yang berlipat-lipat kali. Ia bahkan bisa mengembalikan uang modal dalam waktu satu bulan saja.

Karon juga sudah berencana untuk mengembangkan usahanya tersebut. Saat ini, ia sedang membuat bar dan restoran kecil di penginapannya tersebut. Di luar itu, ia juga berencana membangun warung kopi dan restoran sea food di Jalan Gorontalo, Labuan Bajo.

“Yang di Gorontalo lokasinya bagus sekali dan strategis. Nanti saya yang kelola dan rencana mulai diproses setelah Agustus,” kata dia dengan ekspresi sungguh-sungguh.

Karon Harum

Sempat Bingung lalu Tidak Percaya

Pemuda yang juga memiliki kemampuan menyanyi dan bermain gitar ini pernah merantau ke Bali selama beberapa tahun. Di Bali, ia bekerja di beberapa tempat dan sekaligus belajar tentang perhotelan dan cara melayani tamu wisata.

Selain itu, Karon juga belajar Bahasa Inggris dengan cara menerjemahkan lagu-lagu yang biasa ia nyanyikan bersama kelompok musik yang ia ikuti. Ia pun banyak dibantu oleh beberapa guide senior dari Labuan Bajo. Dari situ pula ia sering bercakap dengan wisatawan manca negara hingga terbiasa menggunakan Bahasa Inggris. Bekal inipun menjadi salah satu pegangannya untuk membuka usaha penginapan.

Lihat juga: Suara Entrepreneur Muda Karon Harum

Saat memutuskan pulang ke Labuan Bajo pada tahun 2017, ia mengaku bingung harus berbuat apa. Karon mengisi waktu kosong dengan bergabung dengan kelompok musik di Labuan Bajo. Pemuda yang pernah mengunjungi beberapa negara yakni Australia, Myanmar, Thailand, Malaysia, India, dan Singapura ini kemudian pelan-pelan membangun jaringan baik di daerah Labuan Bajo maupun ke luar daerah seperti Bali bahkan sampai ke luar negeri.

“Saya pernah sampaikan ke orang tua bahwa saya mau bikin tempat penginapan murah-meriah buat wisatawan yang backpacker. Karena mayoritas yang datang ke sini bukan hanya orang kaya, tetapi juga menengah ke bawah. Kalau untuk menengah ke atas, sudah banyak orang bikin di sini, banyak sekali,” beber anak sulung dari lima bersaudara itu.

Mendapat dukungan orang tuapun membuat penginapan One Love berjalan sampai saat ini dan ia mampu bernapas lega karena telah bebas dari predikat sebagai pengangguran. Di samping itu, ia juga mengelola penginapan tersebut untuk membantu kedua orang tuanya yang kini beranjak tua.

“Orang tua saya kan sudah beranjak tua dan saya anak sulung dari lima bersaudara. Istilahnya, sudah saatnya orang tua istirahat dan rileks. Saatnya kami yang kerja,” ucapnya sungguh-sungguh.

Ia pun mengakui, hasil dari usahanya selama ini jauh dari bayangannya. Keuntungan yang diperolehnya bahkan sempat membuatnya menitikkan air mata karena tidak percaya. Menurutnya, kunci untuk bisa sukses adalah dengan tidak meremehkan diri sendiri.

“Jangan pernah meremehkan diri sendiri, karena kalau sugesti diri tidak bisa apa-apa, maka kau tidak akan bisa apa-apa. Kalau orang lain merendahkan kamu, biarkan saja! Kamu mau star dari nol, bisa mulai dari kecil. Saya saja seperti mimpi, tiba-tiba bisa berpendapatan banyak dalam sebulan, begini,” tutup Karon yang secara spontan menitikkan air mata. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here