Kelebihan Roi di Balik Keterbatasan

0
410
Agustinus Roi Jordi atau Roi saat melukis di Sekolah Luar Biasa Negeri Labuan Bajo, beberapa waktu lalu/Foto: Mateus Sakeus

LABUAN BAJO, FLORESMUDA.COM – Melukis menjadi salah satu kemampuan lebih bagi siswa Sekolah Luar Biasa Negeri Labuan Bajo, Agustinus Roi Jordi. Remaja yang akrab disapa Roi ini sudah menghasilkan puluhan karya seni rupa terdiri dari lukisan dan patung.

Pelajar yang kini berusia 15 tahun ini memang memiliki keterbatasan fisik, yakni  masalah pendengaran atau tunarungu. Efek dari itu, ia pun tidak bisa berkomunikasi dengan baik.

Ayah kandung Roi, Leonardus Limit yang ditemui Flores Muda beberapa waktu lalu mengisahkan, remaja ini dulunya lahir dalam keadaan normal. Kondisinya berubah saat berusia dua tahun.

Roi melukis langsung pada kegiatan promosi pariwisata di Bali/Foto: Mateus Sakeus

“Dia awalnya lahir normal. Pas umur dua tahun, dia sakit panas tinggi. Setelah sakit itu, tiba-tiba tidak merespon,” kata Leornardus kepada Flores Muda.

Bakat melukisnya disadari sang ayah saat Roi menginjak usia lima tahun. Saat itu, Roi suka mencoret-coret kertas sepanjang hari.

“Saya tau karena kalau kakaknya pulang sekolah dia ambil kertas dan pulpen kakaknya baru bisa mencoret dari pagi sampai malam. Lambat laun semakin kelihatan bakatnya,” tutup dia.

Bisa Melukis dan Membuat Patung

Saat ditemui Flores Muda beberapa waktu lalu, Roi sedang didampingi guru melukisnya, Mateus Sakeus. Ia tampak khusyuk menyapukan kuas bercatnya pada kanvas poti. Lambat laun, lukisannya terlihat seperti pemandangan Pulau Padar.

Roi menanggapi dengan ramah saat reporter Flores Muda mengajaknya berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Kadang-kadang, ia berupaya untuk bicara dengan pelafalan yang kurang jelas.

Menurut gurunya, Mateus Sakeus, Roi sangat mudah diajar. Ia mampu menyerap dengan cepat apa yang diarahkan Mateus. Meski dengan komunikasi seadaanya, keduanya menjalankan kegiatan belajar-mengajar dengan lancar.

“Dia punya motivasi yang tinggi sehingga dia belajar autodidak, padahal ada keterbatasan komunikasi, tapi Roi sangat mudah. Ini karena memang dia sudah punya dasar,” terang Mateus.

Lukisan karya Roi sudah cukup banyak. Ia lebih banyak melukis pemandangan alam, objek wisata di Manggarai Barat, dan binatang. Beberapa di antaranya disimpan di Sekolah Luar Biasa Negeri Labuan Bajo.

Patung komodo dibuat Roi/Foto: Mateus Sakeus

Karyanya pun pernah dipamerkan di Kantor Bupati Manggarai Barat dan Bali. Roi bahkan sangat antusias saat diminta melukis langsung.

Selain melukis, Roi juga bisa membuat patung. Ia lebih suka membuat patung komodo berukuran kecil. Mateus membeberkan, patung komodo tersebut dibuatnya dari bahan limbah kertas. (red)

Ingin tahu lebih banyak soal Roi? Lihat video berikut ini:

ROI, SISWA TUNARUNGU YANG PANDAI MELUKIS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here