Galeri Foto Diskusi, Deklarasi, dan Kampanye “Stop Human Trafficking”

0
227
Narasumber dan peserta yang hadir dalam diskusi dan deklarasi berasal dari berbagai instansi pemerintah, kepolisian, dan kelompok yang konsen pada isu perdagangan manusia/Foto: AIB

LABUAN BAJO, FLORESMUDA.COM – Rumah Kreasi-Baku Peduli mengadakan diskusi dan deklarasi publik tentang Lawan Human Trafficking pada Jumat, 13 April 2018. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Gedung Kumala, Markas Polres Manggarai Barat mulai pukul 09.00 Wita.

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menuntut antisipasi dan kepedulian semua pihak terutama para pemangku kebijakan terhadap persoalan ini. Karena itu, pemkab Manggarai Barat, kepolisian, tokoh agama, pengusaha, LSM, kelompok masyarakat sipil, aktivis dan semua pihak terkait menggelar diskusi bersama dengan tajuk, “WASPADA HUMAN TRAFFICKING DI TENGAH PESATNYA PERKEMBANGAN EKONOMI PARIWISATA NTT .”

Koordinator kegiatan, Venan Haryanto mengatakan, selain merumuskan kebijakan atau langkah-langkah konkret dalam mengantisipasi perdagangan manusia, tujuan diskusi adalah menggali dan mempertimbangkan kondisi-kondisi yang memungkinan terjadinya perdagangan manusia. Ia menuturkan, di Labuan Bajo, yang kini digenjot pembangunan sektor pariwisata, diskusi ini sangatlah relevan dan penting.

“Setidaknya ada tiga pertimbangan. Pertama, di antara kota lain di NTT, Labuan Bajo memiliki akses darat, laut, dan udara yang semakin membaik. Kemudahan ini bisa saja dimanfaatkan untuk perdagangan manusia. Kedua, pertanyaan reflektif terhadap pembangunan sektor pariwisata di Labuan Bajo, seberapa jauh sektor pariwisata mampu mengatasi persoalan kemiskinan di NTT. Ketiga, sebagai kota pariwisata, Labuan Bajo bisa saja menjadi tempat tujuan perdagangan manusia karena pariwisata Labuan Bajo telah menjadi pasar global,” papar Venan.

Diskusi ini akan dihadiri perwakilan dari beberapa elemen terkait seperti beberapa dinas di lingkungan pemda Mabar, aparat penegak hukum, dan lembaga sosial yang konsen dalam isu-isu perdagangan manusia. Peserta diskusi ini juga dihadiri oleh aparatur desa dan kelurahan, dan pelajar. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here