“Alu” dan “Lesung” Sebagai Pengganti Mesin Giling Padi

0
225
Salah seorang warga dari Kampung Siru Beo menumbuk padi menggunakan alu dan lesung/Foto: Abdul Hakim

FLORESMUDA.COM – Petani di kampung Siru Beo masih menggunakan alat-alat tradisional dalam mengelola padi menjadi beras. Kampung Siru Beo ini berlokasi di Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat. Di kampung ini, beberapa warga masih menggunakan cara tumbuk tradisional untuk mengeluarkan getah padi sehingga menjadi beras. Alat yang digunakan untuk menumbuk adalah alu dan lesung.

Alu dan lesung adalah alat penumbuk yang terbuat dari kayu. Alu berupa kayu panjang yang dipakai menumbuk. Sedangkan lesung, sebagai wadah menyimpan padi yang akan ditumbuk.

Sekitar 10 tahun yang lalu, warga kampung Siru Beo sempat menggunakan mesin giling. Saat itu, ada satu unit mesin giling padi di Kampung Siru Beo.

“Kami pernah menggunakan mesin giling selama tiga tahun. Tapi setelah mesinnya rusak, tidak ada lagi yang membeli mesin giling seperti itu,” kata salah seorang petani, Siti Armi, saat diwawancarai oleh Reporter Pelajar, Abdul Hakim, Selasa, 27 Maret 2018 lalu.

Keadaan ini membuat mereka kembali menggunakan cara yang sudah lama mereka lakukan. Tapi, walaupun kenyataannya seperti itu, mereka tetap semangat dalam bekerja.

Umumnya pekerjaan ini dilakukan oleh perempuan. Bisa sendirian bisa juga  empat orang sekaligus dengan menghentakkan masing-masing alu mereka secara bergantian.

Pada saat menumbuk padi, mereka bisa bercerita, berbagi pengalaman, dan bercanda tawa bersama. Dengan begitu pekerjaan tidak akan terasa dan menjadi lebih menyenangkan.

Cara ini sudah lama mereka lakukan. Menumbuk padi dengan alat tradisional tersebut sudah turun-temurun sejak masa nenek moyang mereka. Sampai sekarangpun, cara ini masih ada. (*Abdul Hakim/red)

*Penulis adalah Reporter Pelajar yang mendapat pelatihan khusus dari Redaksi Flores Muda.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here