Perempuan Pembuat Tikar dan Roto di Desa Lumut

0
365
Katarina Majud menganyam tikar di rumahnya yang berlokasi di Desa Lumut, Kecamatan Ndoso/Foto: Ilda Wahyu

FLORESMUDA.COM – Alam selalu punya manfaat dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia. Seperti halnya Katarina Majud, yang di usianya yang sudah tua yakni kini menginjak 55 tahun, masih bisa bekerja dengan meneruskan warisan leluhurnya yaitu dengan membuat berbagai macam kerajinan tangan dari tumbuh-tumbuhan.

Katarina Majud membuat roto atau sejenis keranjang yang terbuat dari bambu, dan tikar dari daun pandan atau yang dalam bahasa Manggarai disebut re’a. Bahan-bahan ini bisa dengan mudah diperoleh di desanya, Desa Lumut, tepatnya di Dusun Kolong, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat. Meskipun Katarina Majud tidak pernah duduk di bangku sekolah namun ia bisa mencukupi kehidupan keluarganya dengan bekal warisan nenek moyangnya yaitu menganyam tikar dan roto.

Untuk diketahui, roto adalah salah satu kerajinan masyarakat Manggarai yang memiliki nilai fungsi, yaitu untuk membawa padi hasil panen dari kebun ke rumah atau desa. Roto dibuat dengan teknik menganyam dari bahan talok (bambu) dirajut membentuk sebuah keranjang yang membantu pekerjaan sehari-hari.

Selain tikar, Katarina juga membuat roto/Foto: Ilda Wahyu

Dalam pemakaiannya dibuatkan tali yang diikat pada roto agar bisa digendong. Sementara tikar terbuat dari re’a (pandan berduri). Re’a dijemur hingga kering, dipilah menjadi bagian kecil-kecil, baru bisa dianyam membentuk tikar.

Paling menarik adalah saat membuat warna pada tikar. Katarina memanfaatkan warna dari kayu Pateng. Jenis kayu ini bisa menghasilkan warna merah.

Proses mewarnainya adalah dengan cara  merendam kayu pateng bersama helaian re’a selama satu malam. Setelah perendaman itu, dilakukan pengeringan dan mulai menganyam.

Hasil pembuatan tikar dan roto ini kemudian Katarina jual di desa tetangga, ataupun warga satu kampung yang berminat. Ini sudah dilakukannya selama bertahun-tahun dan cukup bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. (Ilda Wahyu/red)

*Penulis adalah Reporter Pelajar yang mendapat pelatihan khusus dari Redaksi Flores Muda.