SDN Pa’ang Kolong, Sekolah Negeri yang Tertinggal

2
864
Beberapa rekaman situasi di SDN Pa'ang Kolong/Foto:Ilda Wahyu

Oleh Reporter Pelajar SMAK Setia Bakti Ruteng, Ilda Wahyu

Masih banyak sekolah negeri di Kabupaten Manggarai Barat yang kondisinya mengkhawatirkan. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya ruang belajar dan minimnya sarana-prasarana. Realita ini terlihat pada Sekolah Dasar Negeri Pa’ang Kolong.

Pada 3 Januari 2018 lalu, saya berkunjung ke SDN Pa’ang Kolong yang berlokasi di Desa Lumut, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat. Alasan saya berkunjung ke sana karena penasaran pada kondisi SDN Pa’ang Kolong yang katanya belum memenuhi persyaratan untuk kegiatan belajar-mengajar. Saat saya tiba di sana, keadaan di sana memang sungguh sangat memprihatinkan.

SDN Pa’ang Kolong  sudah berdiri selama enam tahun. Bangunan sekolah ini ditempatkan pada lahan miring. Lokasinya tidak jauh dari pemakaman Dusun Kolong.

Di sekolah ini hanya terdapat satu ruangan permanen yang ditempati oleh murid-murid kelas enam. Terdapat satu ruangan guru yang dibangun menggunakan material seadanya yakni dari bambu. Untuk murid kelas 1 sampai 5, mereka menerima materi pelajaran di luar ruangan.

Pada saat mengunjungi sekolah ini, saya bertemu dengan Kepala Sekolah SDN Pa’ang Kolong, Anastasia Ndilut. Saya pun mewawancarai dirinya.

“Kegiatan belajar-mengajar di sini tidak berjalan dengan lancar karena sarana dan prasarana di SDN Pa’ang Kolong belum memadai. Hanya ada satu ruangan. Selain itu siswa yang lain belajar di alam terbuka. Kantor guru pun hanya dibuat hasil swadaya masyarakat. Itu pun sangat kecil,” keluh Anastasia Ndilut.

Saat itu saya terharu dan hampir meneteskan air mata ketika melihat semangat anak-anak SDN Pa’ang Kolong. Meski hanya bernaung di bawah pohon kelapa, Mereka tetap belajar dan mendengarkan pelajaran yang diberikan oleh guru mereka.

“Saya berharap agar ada bantuan bagi SDN Pa’ang Kolong supaya kami bisa mengadakan KBM dengan lancar seperti sekolah-sekolah yang lainnya,” pungkas  Anastasia. (*/red)

 *Penulis adalah reporter pelajar yang mendapat pelatihan khusus dari Redaksi Flores Muda

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here