Modal Nekat, Rio Mandiri Lewat Bisnis Jasa Perjalanan Wisata

5
1631
Chaidir Manikkisatrio berpose di Rumah Kopi Baku Peduli, Dusun Watu Langkas-Manggarai Barat pada 25 Januari 2018/Foto:AIB

Menginjak usia 22 tahun, Chaidir Manikkisatrio  mulai membuka mata dan pikiran tentang peluang kerja untuk menunjang kehidupannya. Berawal dari modal nekat, pemuda yang akrab disapa Rio ini, akhirnya merasakan keberhasilan dari bisnis perjalanan wisata yang dikelolanya sendiri.

Beberapa waktu lalu, Rio menemui Flores Muda dengan gayanya yang sederhana. Ia hanya mengenakan kaos oblong berwarna hijau muda dan celana pendek selutut berwarna hitam. Rio memapah dua tas berisi kamera dan laptop miliknya. Sepanjang wawancara, pemuda asal kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat ini lebih banyak tersenyum lebar dan sesekali tertawa lepas.

Rio membagi pengalaman hidup dan perkembangan bisnis perjalanan yang sedang ia tekuni. Putra ketiga dari pasangan Abdul Ipur dan Siti Aysah ini mengaku ingin mandiri sedini mungkin. Ia pun memulai bisnis perjalanan wisata di Labuan Bajo atas inisiatifnya sendiri.

“Awalnya saya hanya coba-coba. Karena sering lihat instagram teman yang juga kerja begini, terus saya ikut dan saya rasa ini menjanjikan,” aku Rio sembari tertawa.

Ia memulai bisnis perjalanan wisata ini  karena terinspirasi dari salah seorang kenalannya yang biasa ia panggil Bung Afif. Bung Afif tersebut adalah seorang pemandu wisata asal Padang yang menjalankan bisnis perjalanan wisata di Labuan Bajo. Ia pun mengenal Bung Afif secara tidak sengaja pada pertemuan mereka di salah satu kafe yang berada di kota Labuan Bajo.

“Saya tanya dia; kerjanya apa? Dia bilang, tukang antar tamu. Di situ saya kaget. Kami lalu saling follow akun instagram. Saya sering lihat postingannya bagus-bagus di instagram. Saya pikir; ‘Orang Padang saja bisa, kenapa kita yang asli Labuan Bajo, tidak mencoba?’”

Agar bisnisnya berjalan lancar, Rio membuat akun instagram bernama Komodo Trip sebagai media promosi. Di dalam akun tersebut, ia meng-upload foto-foto objek wisata yang ada di Kabupaten Manggarai Barat terutama di kawasan Taman Nasional Komodo. Foto-foto yang ia upload pun adalah foto-foto terbaik yang mampu menarik perhatian konsumen.

Rio memanfaatkan media sosial untuk mempromosi bisnis yang sedang dijalaninya./Foto:AIB

Awalnya, Rio kesulitan menemukan pelanggan dan terus berupaya menyesuaikan diri. Hari demi hari, pengikut akun instagram Komodo Trip yang dikelolanya pun terus bertambah. Dari situ, para pelanggan yang meminta jasanya pun meningkat. Berkat kegigihan dan selalu tekun membangun jaringan, bisnisnya pun berjalan lancar.

“Saya mulai bisnis ini kan sejak Februari 2017. Masuk bulan Juni 2017, pelanggan yang memesan jasa saya mulai banyak,” beber dia sambil tersenyum lebar.

Saat ini, Rio merasakan banyak perubahan hidup dan manfaat dari bisnis mandiri yang ia jalani. Mulai dari punya penghasilan lumayan dan tidak bergantung pada orang tua lagi, sampai mampu membeli barang dan peralatan sendiri. Dalam satu tahun perjalanan bisnisnya, Rio akhirnya mampu membeli kamera DSLR, laptop, dan kamera drone dari hasil bisnis perjalanan wisata yang dikelolanya.

“Setiap bulan pasti ada yang pakai jasa saya. Biasanya, untuk trip tiga hari, saya dapat penghasilan sampai lima juta rupiah dari tamu. Dalam satu bulan, bisa dapat sampai tiga kali perjalanan wisata,” kata Rio.

Sempat “Tunggang-Langgang”

Chaidir Manikkisatrio/Foto: AIB

Butuh waktu bagi pemuda kelahiran 30 April 1995 ini untuk bisa konsisten pada pilihan hidupnya dan benar-benar mampu memiliki penghasilan sendiri. Sebelumnya, Rio pernah mencoba menempuh pendidikan di perguruan tinggi setelah lulus dari sekolah menengah atas pada 2013 lalu. Rio  mencoba beberapa jurusan dan selalu gagal. Ia bahkan sempat merasakan kenakalan remaja seperti terlibat “balapan liar” dan “tawuran”.

“Waktu coba kuliah, ada beberapa jurusan yang saya coba. Pernah informatika dan manajemen farmasi,” beber dia.

Setelah gagal menyelesaikan kuliah dan kembali ke kampung halaman, Rio pun melakukan beberapa hal untuk mengisi hari-harinya. Ia sempat bergabung dalam komunitas anak muda di Labuan Bajo dan aktif untuk  mengembangkan beberapa hobi.  Alumni SMA  Satria Makassar ini suka menyanyi dan pernah merekam lagu ciptaannya sendiri.

Selain itu, Rio juga punya kemampuan memainkan musik DJ dan memiliki minat di bidang fotografi dan videografi. Untuk kemampuan memainkan DJ, Rio pernah tampil pada beberapa tempat hiburan di Labuan Bajo. Sesekali, ia pun dibayar untuk jasa dokumentasi acara.

Untuk saat ini, Rio memutuskan akan mengembangkan bisnis jasa perjalanan wisata yang sudah dijalaninya selama  satu tahun. Menurut Rio, bisnis ini sangat menjanjikan karena kota Labuan Bajo adalah kota pariwisata. Ia yakin, ke depannya bisnisnya akan terus berjalan lancar.

“Saya rencana mau buka kantor juga. Kalau bisa ke depannya punya mobil dan kapal pesiar sendiri,” tutup Rio. (red)

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here