Mendongkrak Ekonomi Masyarakat Manggarai

0
714

Oleh: GUIDO TISERA

Secara empirik, situasi ekonomi di beberapa desa di Manggarai masih jauh dari angka kemakmuran. Itu terlihat dari pendapatan per kapita dan juga konsumsi rumah tangga yang masih kurang dari target kesejahteraan.

Adapun ketimpangan ekonomi ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya masih minimnya pengetahuan (kongnitif) dan juga keterampilan (psikomotorik) dari  masyarakat setempat dalam mengelola sumber-sumber daya yang ada. Sehingga pada akhirnya sumber-sumber ini hanya dibiarkan terbengkelai dan menjadi aset mati,  karena tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

Dalam konteks pertumbuhan ekonomi menurut Adam Smith (an inquiry into the nature), pertumbuhan ekonomi sebenarnya bertumpu pada pertambahan penduduk. Asumsinya dengan adanya pertambahan penduduk, maka dengan sendirinya pendapatan di tengah masyarakat itu juga akan bertambah.

Tapi dalam kehidupan kontekstual masyarakat di Manggarai sangat bertolakbelakang dengan teori Adam Smith di atas. Karena yang terjadi dengan semakin bertambahnya penduduk, angka kemiskinan juga semakin meningkat. Subtansi dari masalah di atas sebenarnya terletak pada masyarakat Manggarai itu sendiri, dalam hal ini masih kurang produktif dalam  memanfaatkan sumber daya yang ada.

Fakta lain juga menyuguhkan tentang ketidakberdayaan desa dalam mengembangkan diri dan mensejahterahkan warganya adalah minimnya program-program yang berbasis pada peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi masyarakat desa. Di sisi lain agar warga desa diberikan pelatihan keahlian dalam bertani, budi daya ikan, sayur, dan juga buah-buahan. Dengan harapan hasil potensi desa tidak saja habis dikonsumsi rumah tangga keluarga (swakarya), akan tetapi mampu menjadi alat untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik (swasembada).

Dengan perspektif ekonomi, pemerintah desa diharapkan dapat menerapkan program-program pembangunan ekonomi desa yang berbasis pada optimalisasi sumber daya ekonomi dan potensi desa, serta memberikan peran yang sepenuhnya pada warga desa untuk  mengoptimalisasi potensi yang dimilikinya.

Maka untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebaiknya kita perlu merubah mind set dan cara kerja. Untuk itu pula saya coba menawarkan beberapa indikator di bawah ini:
1.      Secara geografis struktur tanah di Manggarai sangatlah subur (tanah alluvial dan gambut), sehingga tanaman apa saja bisa hidup. Selain itu terdapat lahan kosong yang melimpah luas. Apa salahnya jika ditanami oleh tanaman yang berdaya jual dan punya nilai ekonomi tinggi. Selain itu juga hasilnya bisa dikonsumsi sendiri dan lebihnya bisa dijual di pasar.
2.      Menjadi petani yang spesialis. Dalam artian, mulai fokus pada pola tanaman yang menjadi kosenstrasi tani kita.
3.      Mengikuti setiap ajang seminar pertanian
4.      Semakin banyak mengirim tenaga pelajar ke dunia pendidikan, sehingga kelak bisa melahirkan generasi yang cerdas dan memiliki keterampilan khusus di segala bidang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here