Jalankan PPL di Labuan Bajo, Ini Kesan Mahasiswa Makassar

0
616
Salah satu pertunjukan tari tradisional pada acara ramah tamah mahasiswa PPL UIN Alauddin Makassar di MAN Aliyah Labuab Bajo, Rabu, 20 September 2017/Foto: Afandi Wijaya

LABUAN BAJO, Floresmuda.com – Memilih Labuan Bajo sebagai lokasi Program Pengalaman Lapangan (PPL) awalnya menjadi tantangan bagi mahasiswa jurusan Ilmu Fisika dan Ilmu Biologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Prasangka rekan mahasiswa mereka yang lain tentang karakter, budaya, dan kehidupan sosial  orang Flores ternyata keliru. Setelah menjalani masa PPL selama dua bulan lebih, mereka menemukan banyak hal positif.

“Pas saya mau datang kesini, saya agak was-was karena pandangan bahwa orang timur itu punya karakter yang keras. Tapi kenyataannya, sampai di sini ternyata nada suaranya saja yang keras. Itu hanya sebatas suara saja. Sebetulnya semua orang di sini sangat terbuka dan ramah,” kata Koordinator PPL UIN Alauddin Makassar untuk Labuan Bajo, Adzhar, Rabu 20 September 2017.

Ia menuturkan, pelaksanaan PPL mahasiswa ini dilakukan di dua sekolah di Labuan Bajo. Mereka yang datang ke Labuan Bajo sebanyak 20 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, 11 mahasiswa menjalankan PPL di Madrasah Aliyah Negeri Labuan Bajo, dan 9 lainnya di MTS Darusallam Labuan Bajo.

Adzhar mengatakan, apa yang mereka temukan di Labuan Bajo sungguh di luar dugaan mereka sebelumnya. Sebelum mendatangi Pulau Flores, mereka berpikir kehidupan masyarakat di Pulau Flores masih jauh dari sentuhan modernisasi.

“Ketika kami diskusi pada saat di kampus, kebanyakan mahasiswa itu, 80% nya memilih Bandung dan Solo, sedangkan kami yang memilih NTT itu hanya 20%. Sampai di sini, banyak hal positif yang kami dapat. Selain itu juga, belum ada nilai negatif yang didapat mahasiswa senior kami yang pernah datang,” beber dia di Labuan Bajo

Selama masa PPL yang berlangsung sejak 14 Juli 2017 lalu, para mahasiswa tingkat akhir ini juga banyak melibatkan diri dalam kehidupan masyarakat dan kegiatan sosial di Labuan Bajo. Mereka juga senang mengamati budaya dan kebiasaan masyarakat. Termasuk di lingkungan pendidikan.

“Di sini kan masih ada budaya seberti budaya joget bersama. Kemudian kalau tentang seni, ada banyak anak-anak di sini yang punya bakat. Hanya saja belum terekspos,” ucap dia.

Untuk aspek pendidikan, mahasiswa jurusan Ilmu Biologi ini menilai masih ada yang kurang khusus untuk sarana-prasarana belajar di Kabupaten Manggarai Barat khususnya di Labuan Bajp. Beberapa sekolah di Labuan Bajo belum memiliki perlengkapan belajar yang memadai di sekolahnya. Ia mencotohkan kurangnya penyediaan mikroskop dan LCD proyektor yang seharusnya bisa menunjang proses belajar-mengajar.

“Kalau di Sulawesi, siswa-siswi SMP itu sudah bisa pegang Mikroskop. Di sini siswa-siswi kelas 2 SMA masih banyak yang tidak tau bagian-bagian Mikroskop. Kami harus memulai lagi dengan memperkenalkan alat tersebut,” jelasnya.

Sebagai salam perpisahan, mahasiswa PPL UIN Alauddin Makassar ini menggelar acara ramah-tamah di pelataran sekolah MAN Labuan Bajo pada Rabu malam, 20 September 2017. Mereka menampilkan berbagai pertunjukan seni seperti musik dan tari. Masa PPL mereka di Labuan Bajo sudah berakhir dan akan segera kembali ke Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. (Affandi Wijaya/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here