Dari Pelosok Manggarai Barat-NTT ke Pelosok Mahakam Ulu-Kalimantan Timur, Sebuah Kisah Perjalanan Menjadi Guru SM3T

0
610
Muhamad Suman bersama siswinya yang mengenakan pakaian adat Kalimantan (foto: dok pribadi)

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah melalui Kemendikbud dan DIKTI bekerjasama dengan 17 LPTK se-Indonesia mengadakan program Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM3T). Sebuah program pengiriman guru ke berbagai daerah pelosok di tanah air, dari Aceh hingga Papua.

Guru-guru ini adalah sarjana pendidikan dari berbagai kampus di Indonesia dan mengikuti berbagai tahapan seleksi. Tiap tahunnya, peminat program ini semakin bertambah. Ribuan sarjana pendidikan dari berbagai daerah berlomba-lomba mengikuti seleksi dan berharap lulus program ini. Guru-guru SM3T mengabdi di sekolah di daerah penempatan selama setahun.

Muhamad Suman, seorang putra kelahiran Kampung Wae Racang, Desa Matawae, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat-Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu guru muda yang mengikuti program ini. Perjalanannya menjadi guru SM3T penuh liku.

Berikut ia ceritakan kisah dan pengalamannya kepada floresmuda.com.

Selamat membaca!

Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, Floresmuda.com,  Nama saya Muhamad Suman. Teman-teman saya biasa memangggil saya ‘Suman’. Saya adalah salah satu peserta SM-3T ( Sarjana Mendidik Daerah Terluar Terdepan Tertinggal) angkatan VI dari LPTK Universitas Negeri Makassar (UNM). Sebelumnya saya kuliah sarjana di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar-  Sulawesi Selatan jurusan Pendidikan Sosioogi angkatan 2011. Tahun 2015, saya selesai pendidikan sarjana (SP.d)  dengan IPK sangat baik atau Cumlaude. Setelah wisuda, saya kembali ke kampung halaman, kampung Wae Racang desa Matawae, Flores, NTT.

Dengan menyandang gelar Sarjana Pendidikan Sosiologi, saya berniat untuk mengabdi di kampung sendiri. Waktu itu memang di kampung rencana membuka SMA Negeri 3 Sano Nggoang. Namun seiring berjalannya waktu ternyata untuk tahun 2016 tidak diijinkan untuk membuka sekolah baru yang berstatus Negeri di Kab. Manggarai Barat dan itu aturan dari pemerintah provinsi yang berhak atau mempunyai kewenangan dalam membuka sekolah baru.
Kenyataan itu membuat saya berpikir dan harus bergerak untuk memasukan lamaran sebagai Guru honorer di sekolah SMA/MA di Kabupaten Manggarai Barat. Saya memasukkan lamaran di SMA Negeri 2 Sano Nggoang, SMA Negeri 3 Komodo- Merombok, Madrasah Aliyah Mermbok melalui pendekatan secara budaya dan struktural. Namun harapan untuk mengabdi di daerah sendiri tidak sesuai dengan kenyataan. Tahun ajaran baru pun datang, namun belum ada kejelasan diterima atau ditolak. Saya tidak mendapat informasi dan kejelasan dari sekolah yang saya lamar.

Kampung Wae Racang, tempat saya tinggal, lumayan jauh dari Labuan Bajo, ibukota Manggarai Barat. Hal ini lumayan menyulitkan saya untuk mendapatkan informasi lowongan guru di sekolah-sekolah dan informasi lowongan kerja lainnya.

Saya kemudian mendapat informasi tentang program SM-3T dari seorang alumninya yang kebetulan juga putra Manggarai Barat. Saya langsung tertarik. Saya pun aktif mencari informasi tentang program ini di internet. Membaca kisah para Guru SM3T yang sudah dan sedang mengabdi di berbagai daerah di pelosok Indonesia membuat saya terharu. Mereka bersemangat walau bergumul dengan berbagai tantangan.

Dengan semangat untuk melihat luasnya Indonesia dan mempunyai kesempatan belajar bersama anak-anak di pelosok negeri, saya pun mendaftar program ini. Serangkaian tes saya ikuti di Universitas Negeri Makassar. Seleksi berkas, tes akademik, wawancara, hingga pelatihan akademik di Gedung Phinisi UNM dan outbound di Rindam VII Wirabuana-Gowa saya lalui dengan baik. Setelah itu, Alhamdulillah, saya dinyatakan lulus dan ditempatkan di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Sebuah kebanggaan, saya bisa berpatisipasi untuk memajukan pendidikan di pelosok NKRI.

Awal Kedatangan di Mahakam Ulu

Setelah selesai mengikuti kegiatan pra kondisi selama 13 hari di Gedung Phinisi UNM dan 4 hari di Ringdam VII Wirabuana- Gowa, saya dan 54 orang teman lain yang ditempatkan di Mahakam Ulu berangkat ke tempat pengabdian.

Hari itu, Senin, 5 September 2016. Kami berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menuju Bandara Haji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan. Sampai di Balikpapan, lanjut penerbangan ke Melak-Kutai Barat dengan pesawat Kalstar. Saat memasuki wilayah Melak, kami melihat jelas rawa-rawa, perbukitan, hutan belantara, dan sungai yang besar. Saya bercengkrama dengan teman-teman bahwa pantas pulua ini diberi nama Kalimantan karena banyak Kali atau sungai yang terlihat jelas dari atas pesawat.

Kurang lebih pukul 15.00 Wita sampailah kami di bandara Melak. Dari bandara Melak, Kutai Barat,  kami menaiki taksi atau mobil carter menuju Tering dengan membuhtuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Di tering kami menginap semalam disalah satu penginapan dekat pelabuhan menuju Ujoh Bilang. Esok harinya, dengan menggunakan Speed Boat, kami melanjutkan perjalanan menuju Ujoh Bilang. Perjalanan menempuh waktu 4 jam. Ujoh Bilang adalah ibukota kabupaten Mahakam Ulu. Selasa, 6 September 2016 semua peserta SM-3T angkatan VI UNM sampai di Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu dan diarahkan untuk berkumpul di SMA Negeri 1 Long Bagun untuk mengikuti acara penerimaan oleh Kadis Pendidikan.

Dalam acara penyambutan, Kadis Pendidikan Mahulu, Chen Tek Hen Yohanes, menyampaikan kebahagiaannya atas kehadiran Guru SM-3T.

Kami sangat menantikan kehadiran Guru SM-3T yang memiliki daya juang dan kepedulian yang sangat tinggi. Kehadirannya semoga dapat membantu kami untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kab. Mahulu ini”, katanya.  Beliau juga menuturkan bahwa semoga guru SM3T angkatan saya bisa melanjutkan pengabdian dari SM-3T angkatan sebelumnya.

Sambutan dari Kementrian disampaikan oleh Wien Muldian.  Dalam sambutannya, ia mengatakan Kementrian mendukung penuh program Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia dalam hal ini Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T) karena pengabdian mereka sangat nyata untuk anak-anak di pelosok negeri. Ia juga menyampaikan pesan, selagi masih muda berbuatlah sebanyak mungkin untuk masyarakat bangsa dan negara.

Mewakili LPTK UNM dibawakan oleh Bapak Alimin. Dalm sambutannya, ia juga menaruh harapan kepada Guru-guru SM-3T. Penempatan Mahakam Ulu. Tetap menjaga nama baik LPTK seperti angkatan sebelumnya dan untuk mengabdi dengan setulus hati.

Selanjutnya adalah pembacaan sekolah penempatan untuk masing-masing Guru SM3T. Saya bersama 9 orang lainnya ditempatkan di SMAN 1 Long Apari. Daerah Long Apari ini adalah wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Di SMAN 1 Long Apari ini, saya mengajar mata pelajaran Sosiologi.

Kini, setelah setengah tahun mengabdi di wilayah perbatasan Indoenesia-Malaysia ini, ada banyak cerita yang telah terlewati. Juga ada banyak harapan dan impian untuk terus dirawat di masa depan. Menjadi Guru adalah panggilan. Semoga kehadiran dan upaya kami benar-benar menjawab satu dari sekian pertanyaan dari mimpi masa depan negeri ini. (Suman/BB)

Kisah ini sebelumnya ia juga ceritakan untuk www.sm3tmahakam.blogspot.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here