Komunitas Orang Muda AP3 Labuan Bajo, “Pesisir Adalah Halaman Rumah Kita”

0
933
Aktivitas Komunitas AP3 Setiap hari Sabtu dan Minggu Sore/Foto. Dok. AP3

LABUAN BAJO-ibukota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) terus berkembang menjadi kota pariwisata kelas dunia. Perihal ini bisa dilihat dengan tingkat kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara yang terus meningkat. Data terakhir, tahun 2015 sudah mencapai 90 ribu orang. Hal ini tentu saja didukung dengan semakin terbunya akses dan jalur transportasi darat, laut dan udara serta berbagai fasilitas infrastruktur seperti hotel bintang lima dan melati yang terus bertambah.

Namun, setelah jadi tujuan dunia, persoalan baru mulai mencuat, yakni sampah. Padahal, kebersihan menjadi prioritas utama untuk menyajikan keindahan kota. Sebab, lingkungan darat dan pantai yang bersih, tentu saja dapat membuat wisatawan akan betah. Tidak hanya itu, pantai dan laut yang bersih bisa membantu keberlangsungan hidup ekosistem biota laut.

Kondisi inilah yang oleh orang muda pesisir Labuan Bajo perlu mendapat perhatian dan bahkan harus diintervensi secara serius. Selain karena pesisir menjadi halaman dan tempat bermain, ruang diskusi, medium membangun relasi sosial, juga merupakan pusat rekreasi semua orang. Oleh karena itu, orang muda yang tergabung dalam Komunitas Anak Pesisir Pemerhati Pantai (Komunitas AP3) perlu menanggapi ini dengan langkah-langkah kongkret.

Nardiyanto (tengah) di antara para sahabat komunitasnya.
Nardiyanto (tengah) di antara para sahabat komunitasnya.

“Kami sebenarnya sudah punya bayangan untuk memberikan perhatian kongkret terkait kebersihan pantai. Sebab ini adalah wilayah yang paling dekat dengan kami. Namun sekarang, impian itu baru terwujud” jelas Nardiyanto, ketua Komunitas AP3 kepada floresmuda.com.

Lebih lanjut mahasiswa semester akhir Universitas Muhamadyah Makassar yang bisa disapa Nardi ini menambahkan “sebagai anak pesisir kami punya tanggung jawab sosial untuk hal ini. Kami harus mengambil bagian secara kongkret untuk menjaga kebersihan pantai”

Komunitas orang muda yang berjumpah 30-an orang muda yang terdiri dari atas pelajar sekolah menengah pertama, menengah atas, mahasiswa dan yang sudah bekerja ini mengagendakan untuk menjadikan setiap hari Sabtu dan Minggu sore sebagai hari bersih pantai.

“Kami akan memulai dari halaman rumah kami. Pesisir pantai bagi kami adalah halaman rumah kami. Dan dalam konteks yang lebih luas adalah halaman rumah kita semua. Jadi kita harus menjaganya secara bersama-sama” katanya.

“Ke depan kami berencana untuk mengajak semua elemen untuk menjadi bagian dari gerakan ini. Sebab untuk menjaga kebersihan pantai sebenarnya adalah tugas kita semua, dan kami sudah memulainya dengan hal yang kongkret. Kami siap untuk itu” lanjutnya. [kbs/fm/lbj]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here