Peringati Hari Pahlawan, MA Ar Rahman Merombok Gelar Pentas Seni

0
508
Tarian kontemporer berjudul "Persetubuhan" dibawakan pelajar MA Ar Rahman Merombok (Foto: Edgipi)

Merombok – Floresmuda.com, Hari Pahlawan, 10 November 2016, diperingati dengan cara tak biasa oleh Madrasah Alyah (MA) Ar Rahman Merombok, Golo Bilas. Sekolah menengah swasta Islam yang berdiri tahun 2013 ini memperingatinya dengan cara menggelar pentas. Pentas seni semacam ini adalah yang pertama digelar sekolah yang belum genap tiga tahun ini.

Tidak hanya para warga sekolah itu, namun pentas seni itu juga melibatkan sekolah lain, komunitas orang muda, dan masyarakat sekitar.

Kamis malam (10/11) selepas waktu Sholat Isya sekitar pukul 19.30 WIB, seorang siswa naik ke panggung bernuansa merah-hitam yang terletak di sudut sekolah. Ia memimpin doa, mengenang para pahlawan bangsa, mendoakan mereka yang dengan caranya masing-masing berjuang untuk keadilan, perdamaian, dan kesejahteraan bagi banyak orang, baik yang sudah meninggal maupun yang sementara berjuang. Itu menjadi pembuka seluruh jalannya pentas yang dipandu Rudiyanto Zainudin.

Pemandu acara Rudiyanto Zainudin tampak sedang mewancarai salah seorang penampil (Foto: Edgipi)
Pemandu acara energik, Rudiyanto Zainudin, tampak sedang mewancarai salah seorang penampil (Foto: Edgipi)

Acara kemudian dilanjutkan dengan lagu Darah Juang. Dua orang pelajar, Sukma dan Sunar, menyanyikan “lagu wajib pergerakan” itu sambil membacakan puisi. Seluruh penonton yang memadati halaman sekolah, yang jaraknya sekitar 10 menit berkendara sepeda motor dari kota Labuan Bajo itu, hanyut bersama lirik-lirik lagu yang dinyanyikan keduanya.

Selepas itu, beragam penampilan mulai dari musik, puisi, drama berbahasa Inggris, pidato berbahasa Inggris, teater, pantun, tarian tradisional, hingga tarian kontemporer secara beruntun ditampilkan. Beragam penampilan itu baru berakhir pukul 22.30 WIB.

Suasana halaman sekolah MA Ar Rahman Merombok, Kamis (10/11). (foto: Edgipi)
Salah satu penampilan pelajar MA Ar Rahman (Foto: Edgipi)

Selain penampilan di panggung, tampak sebuah instalasi tersaji di halaman tempat pentas digelar. Instalasi karya Afandhy Wijaya, Guru Matematika MA Ar Rahman, itu berjudul Penjara Kuasa/Pengetahuan. Menurut Afandhy, yang juga menjadi penggagas pentas seni tersebut, instalasi Penjara Kuasa/Pengetahuan tersebut merupakan gambaran realitas sosial terkini. Sulit dielak bahwa ide, wacana, pengetahuan, “kebajikan”, dan sistem pendidikan seringkali berada dalam penjara rezim kuasa terntentu. Begitupun sebaliknya.

Sebuah rezim kuasa dominan bisa terbentuk karena adanya produksi ide, wacana, pengetahuan, “kebajikan”, dan sistem pendidikan tertentu. Di saat bersamaan, ide, wacana, pengetahuan, “kebajikan”, dan sistem pendidikan yang dominan dapat terbentuk karena diproduksi oleh rezim kuasa tertentu. Kuasa dan pengetahuan saling memproduksi dan merawat satu sama lain.

Sebagai kritik atas itu, menurut Afandhy, perlu selalu ada sikap kritis dan imajinasi yang liar sebagai syarat mutlak untuk dapat bebas dari “penindasan”, “ketertundukan”, “kepatuhan”, dan “keseragaman” yang bekerja dalam dan melalui pengetahuan.

Instalasi "Penjara Kuasa/Pengetahuan" karya Afandhy Wijaya (Foto: Edgipi)
Instalasi “Penjara Kuasa/Pengetahuan” karya Afandhy Wijaya (Foto: Edgipi)

Ruang Berbagi, Ekspresi, dan Apresiasi

Yang menarik, pentas seni itu tidak hanya melibatkan para pelajar MA Ar Rahman Merombok. Pentas seni itu sekaligus memberi ruang bagi penampil dari luar sekolah itu.

Penampilan tarian para pelajar MA Ar Rahman diiringi lagu Mogi (Foto: Edgipi)
Penampilan tarian para pelajar MA Ar Rahman diiringi lagu Mogi (Foto: Edgipi)

Yang turut tampil ketika itu adalah pelajar-pelajar dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ar Rahman Merombok, SMAN 1 Komodo Labuan Bajo, SMAN 2 Komodo Nggorang, dan pegiat sastra dari Komunitas Unusually Family. Mereka berbagi panggung dan berbagi cerita tentang semangat kebaikan, solidaritas, persatuan, keragaman, dan kreativitas orang muda.

Aldy, pelajar SMAN 1 Komodo Labuan Bajo tampil membawakan sebuah lagu diiringi Gari Gajeng dari GoS Band (Foto: Edgipi)
Aldy, pelajar SMAN 1 Komodo Labuan Bajo tampil membawakan sebuah lagu diiringi Gari Gajeng dari GoS Band (Foto: Edgipi)

Selain sebagai peringatan Hari Pahlawan dan menjadi ruang berbagi, pentas yang mengusung tema Hadirkan Semangat Pahlawan yang Inovatif, Kreatif, dan Rela Berkorban Dalam Diri Generasi Muda itu juga menjadi ruang ekspresi dan apresiasi yang baik bagi bakat-bakat kreatif para pelajar.

Kepala Sekolah MA Ar Rahman Merombok, Usman Kardianto SPd, mengatakan itu dalam sambutannya.

“Acara ini selain sebagai persembahan untuk para pahlawan bangsa, juga sebagai ruang apresiasi bagi bakat seni dan kreatif yang dimiliki siswa”, jelas kepala sekolah yang sebelum membawakan sambutan terlebih dahulu membacakan puisi.

Mendapat waktu menyampaikan sambutan di akhir acara, ketua Yayasan Ar Rahman, Yusuf Jenata, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kepala sekolah, para guru, dan segenap panitia yang sudah memampukan acara pentas seni peringatan hari pahlawan itu terlaksana.

Ia juga menekankan soal perkembangan zaman yang juga mesti selalu diikuti kemajuan di bidang pendidikan. Menurutnya, perlu ada metode-metode baru dalam mentransfer ilmu dan merayakan pendidikan di sekolah. Acara pentas seni adalah salah satu metode baru yang dimaksud itu.

Pentas Yang Pertama dan Penonton Yang Antusias

Pentas seni yang baru pertama kali digelar MA Ar Rahman ini tampak ramai sejak awal. Penonton yang sebagian besar adalah warga Kampung Merombok tampak begitu antusias menikmati seluruh mata acara yang ditampilkan. Mereka tampak larut menyimak penampilan demi penampilan di atas panggung. Hampir semua penampilan mendapatkan sambutan hangat dan tepuk tangan meriah penonton.

Sejumlah penonton duduk di kursi di bawah tenda. Sebagian lainnya tampak bersila di atas rerumputan. Sebagian lainnya bahkan berdiri dari awal hingga akhir acara. Hingga acara berakhir, para penonton tetap tak beranjak dari tempatnya.

Para penonton tampak memadati tempat berlangsungnya pentas seni (Foto: Edgipi)
Para penonton tampak memadati tempat berlangsungnya pentas seni (Foto: Edgipi)

Peringatan Hari Pahlawan tahun ini terlihat begitu istimewa bagi MA Ar Rahman Merombok yang luput dari perkembangan pesat kota Labuan Bajo sebagai salah satu dari 10 Destinasi Utama Pariwisata Indonesia itu. Kendati hanya berjarak 10 menit dari ibukota Kabupaten Manggarai Barat itu, MA Ar Rahman masih harus berjuang melawan segala keterbatasan untuk tetap menyelenggarakan Kegiatan Belajar-Mengajar (KBM). Bahkan untuk ruang kelas saja, pihak sekolah dan yayasan MA Ar Rahman mesti meminjam ruang kelas MTs. (BB/Edgipi/Floresmuda).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here