Floresmuda.com-SMAN 1 Langke Rembong di Ruteng menjadi tuan rumah untuk Flores Muda Goes to School kali ini. Kegiatan yang digelar dalam kerjasama tim redaksi Floresmuda.com, pihak SMAN 1 Langke Rembong, dan Sunspirit for Justice and Peace ini akan berlangsung selama dua hari, mulai 16-17 Desember 2015. Selama dua hari ini, para pelajar berjumlah 54 orang dilibatkan dalam sebuah workshop menulis di bawah tema: Menulis untuk Perubahan.

Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di SMAK St. Fransiskus Xaverius Ruteng.

Baca juga http://floresmuda.com/2015/11/13/di-smak-fransiskus-xaverius-ruteng-digelar-kelas-menulis/

Workshop hari pertama (16/12) dimulai dengan pengantar mengenai tujuan seluruh rangkaian kegiatan.

“Kami percaya bahwa dengan menulis kita bisa menginspirasi orang lain, bisa menggerakan sebuah kelompok yang lebih besar, hingga pada akhirnya kita bisa mengubah sesuatu. Semoga setelah ini, kawan-kawan juga percaya bahwa menulis bisa mendorong perubahan”, tandas Edward Angimoy, salah satu fasilitator, kepada seluruh pelajar yang terlibat.

Sesi berikutnya adalah penjaringan harapan. Difasilitasi Boe Berkelana, 54 pelajar yang terlibat tadi diminta menuliskan harapan-harapan mereka mengikuti kegiatan ini. Kertas-kertas harapan tersebut kemudian ditempelkan pada salah satu dinding ruangan tempat berlangsungnya workshop.

“Harapan kawan-kawan akan kita uji di hari terakhir, apakah terpenuhi atau tidak,” kata Boe.

Setelah itu, workhsop dilanjutkan dengan diskusi-diskusi tentang motivasi menulis yang difasilitasi Gregorius Afioma. Afi, sapaan akrabnya, mengajak para pelajar mengkritisi anggapan-anggapan yang terlanjur berkembang di masyarakat bahwa menulis itu susah, hanya orang cerdas yang bisa menulis, menulis menunggu ide, menulis tergantung suasana batin, banyak membaca merupakan syarat utama untuk menulis, dan sebagainya. Masing-masing pelajar mengutarakan pendapatnya. Diskusi berlangsung seru. Di bagian akhir, Afi yang juga merupakan Pimpinan Redaksi Floresa.co membagikan pengalaman-pengalaman menulisnya sebagai tanggapan atas diskusi tersebut.

Selanjutnya, masih difasilitasi Afi, workshop diisi dengan praktik menulis yang dikemas menyerupai permainan-permainan.

Salah satu yang menarik adalah permainan yang diberi judul Lingkaran Ide. Para pelajar diajak menggambar lima buah lingkaran. Dalam salah satu lingkaran, mereka diminta menuliskan satu kata yang mewakili apa yang mereka sukai. Dalam empat lingakaran lain, mereka diarahkan untuk meminta pendapat rekan mereka yang lain. Persis sebelumnya, satu lingkaran diisi satu kata.

Selepas itu, para pelajar diminta untuk menggunakan kata-kata dalam lingkaran tadi untuk menulis sebuah paragraf cerita. Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan semua itu hanya lima menit. Suasana kelas langsung hening. Masing-masing tenggelam dalam tulisannya. Lima menit berakhir, meski banyak yang belum puas, beberapa pelajar diminta membacakan tulisan mereka. Ternyata, hasilnya mengagumkan.

“Luar biasa kawan-kawan ini,” ujar Jovially Satriano Valentino, salah seorang fasilitator yang juga merupakan alumnus sekolah ini, di sudut kelas.

Pada bagian akhir workshop, para pelajar dibagi ke dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok diberi topik untuk diliput sebagai tugas menulis pada hari berikutnya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Langke Rembong, Kaliks Kase, mengapresiasi kegiatan yang baru pertama digelar di sekolah yang dipimpinnya ini.

“Ini sangat bermanfaat untuk anak-anak dan sangat membantu pekerjaan kami,” ungkapnya pada Floresmuda.com.

Salah seorang guru Bahasa Indonesia, Isidorus Andu, yang sangat bersemangat mendampingi para pelajar juga menyampaikan hal serupa.

“Kegiatan ini menjadi variasi belajar untuk anak-anak. Tahun depan harus dibuat lagi”, katanya penuh antusias.

Tanggapan positif atas kegiatan ini juga diutarakan beberapa pelajar yang terlibat. Salah satunya diungkapkan pemilik akun Facebook atas nama Ipiing Wisang. Dengan tagar #‎FloresMudaGoesToSchool‬
‪#‎FloresMudaGoesToSchoolSMAN1LangkeRembong‬, Ipiing menulis status:

“Kegiatan yg menginspirasi bagi kaum remaja untuk melakukan hal yg berpositif terutama dalam hal menulis. Bangga, man!!”(Edgipi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here