Cantik Tak Pernah Khilaf

0
777

*) Thyke s
Anggota Komunitas Kopi Sastra Akhir Bulan Labuan Bajo.

Ada sebuah hubungan yang “tidak butuh pengakuan secara resmi”, terjadi begitu saja dan bisa berlalu begitu saja. Setelah mereka kembali ke kehidupan real, mereka akan menjadi biasa-biasa saja. Tidak ada satupun dari mereka yang mengakui hubungan itu salah atau mempertanyaan kenapa sampai terjadi seperti itu.

Entahlah itu terjadi karena ada perasaan atau tidak. Tetapi (sekali lagi saya berasumsi) tidak ada satupun yang menikmati itu sebagai sebuah perasaan istimewa “cinta atau sebagainya”. Harus diakui itu bisa jadi musuh psikologis nantinya.

Semua terjadi begitu saja. Sampai suatu saat, sebut saja itu “malam kacau balau”.  Isi kepala sang pemilik paras cantik itu terisi penuh dengan berbagai macam pertanyaan dan pernyataan! Dia hampir gila! Bisa jadi! Wanita ini seperti memakai topeng dalam hidupnya! Topeng yang mengatasnamakan “cantik”.

Sampai pada akhirnya dia membuat pernyataan keras dalam dirinya “Mungkin bisa berhenti disitu! Cukup! Itu sudah lebih dari akal pikiran yang sehat saya sebagai seorang wanita yang ingin hidup normal dan penikmat kehidupan yang benar-banar nyata! Akhiri saja, percayakan semuanya kepada saya dan saya menjamin semuanya akan baik-baik saja!

Sekali lagi saya mohon jangan salahkan nama yang mengatasnamakan hubungan “cantik” itu! Jika manusia normal pasti akan berpikir hal itu membuatnya semakin tidak masuk akal! Baiklah. Saya ataupun kamu tidak akan memulainya lagi! Tidak ada manusia khilaf untuk ke puluhan kali, kecuali tingkat kenormalannya karena tawaran duniawi sudah diluar batas ambang kemanusiaan”.

Sekilas tentang “Cantik Itu Luka” menyadarkan saya akan hal yang sulit dimengerti. Mungkin ketika saya membacanya baru saya akan dibuatnya mengerti. Bahwa cantik tak akan pernah khilaf. (Editor Kbs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here